Jelang Soft Launching, Pedagang Mulai Sulap Lapak Baru Pasar Induk Banyuwangi

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 06:28 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sekat meja kayu dan papan reklame di gerai Toko Emas Delima yang berada di dalam bangunan baru Pasar Induk Banyuwangi, Sabtu (26/9). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
Pekerja menyelesaikan pembuatan sekat meja kayu dan papan reklame di gerai Toko Emas Delima yang berada di dalam bangunan baru Pasar Induk Banyuwangi, Sabtu (26/9). (Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pasar Induk Banyuwangi mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan baru. Setelah kunci kios dibagikan, pedagang satu per satu mulai merenovasi lapak dan memindahkan perlengkapan dagangan. Pemkab Banyuwangi menargetkan proses kepindahan pedagang rampung paling lambat akhir Oktober 2026, dengan soft launching yang disiapkan pada awal Oktober.

Aktivitas tersebut terlihat di kawasan Pasar Induk Banyuwangi, Sabtu (26/9). Sejumlah pedagang yang telah menerima kunci mulai mengisi kios dengan berbagai perlengkapan sesuai kebutuhan komoditas masing-masing.

Ada yang membuat meja pajangan, memasang sekat kayu, hingga menyiapkan lemari penyimpanan. Sebagian pedagang bahkan mulai membawa peralatan berukuran kecil dari lokasi relokasi sementara.

Langkah itu dilakukan bukan sekadar mempercantik lapak. Pedagang memilih mencicil penataan sejak sekarang agar tidak kerepotan ketika pasar benar-benar mulai beroperasi.

Sawiyah, pedagang kolang-kaling, menjadi salah satu yang mulai berbenah. Dia sengaja mencicil pembuatan meja karena fasilitas kios yang diterima masih berupa lapak kosong.

“Saya juga mulai menaruh peralatan kecil di sini. Untuk barang dagangan utama masih di lahan relokasi sementara karena belum tahu kapan tanggal pasti pembukaan pasar,” ujarnya.

Dari Lapak Kosong Mulai Disulap Sesuai Komoditas

Pemandangan serupa terlihat di lapak pedagang buah. Adi Sumarmo tampak sibuk merakit lapak berbahan aluminium untuk memajang buah dagangannya.

Penataan tersebut sekaligus mulai memperlihatkan konsep zonasi yang diterapkan di Pasar Induk Banyuwangi. Pedagang akan ditempatkan berdasarkan karakter komoditas, mulai zona basah, zona kering, hingga zona konveksi.

Dengan konsep tersebut, aktivitas perdagangan nantinya diharapkan lebih teratur. Pedagang juga bisa menyesuaikan desain interior kios dengan kebutuhan barang yang dijual.

Bagi pedagang, momentum pembagian kunci menjadi titik awal untuk kembali menata aktivitas perdagangan setelah sebelumnya menempati lokasi relokasi sementara.

Distribusi kunci sendiri mulai dilakukan sejak Senin (21/9). Hingga Sabtu (26/9), tercatat 260 pedagang telah resmi mengambil hak akses lapak.

Jumlah tersebut masih akan bertambah. Sekitar 300 pedagang prioritas satu ditargetkan menyelesaikan administrasi pengambilan kunci pada pekan ini.

Pemkab Kejar Boyongan Pedagang

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan proses kepindahan pedagang dari penampungan Gedung Wanita menjadi salah satu tahapan penting menuju pengoperasian Pasar Induk Banyuwangi.

Pemkab menargetkan seluruh proses boyongan pedagang dapat diselesaikan pada akhir September atau paling lambat akhir Oktober 2026.

Selama masa transisi, pemerintah daerah juga menyiapkan Posko Pengaduan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul, terutama terkait penempatan dan zonasi kios.

Menurut Ipuk, waktu operasional penuh pasar masih menunggu informasi lebih lanjut. Namun, pemerintah membuka peluang untuk menggelar soft launching lebih awal apabila kesiapan lapak pedagang telah memenuhi kebutuhan.

“Untuk operasional penuh nanti menunggu informasi lebih lanjut. Namun seumpama penataan interior dari pedagang sudah ready, antara tanggal 1 hingga 4 Oktober ini bisa kita lakukan soft launching terlebih dahulu,” terang Ipuk.

Artinya, awal Oktober bakal menjadi momentum penting bagi Pasar Induk Banyuwangi. Dari kios yang sebelumnya kosong, perlahan mulai muncul meja dagangan, rak, lemari, dan perlengkapan usaha.

Bagi para pedagang, kesibukan membenahi lapak menjadi tanda bahwa fase baru sudah di depan mata: meninggalkan lokasi penampungan dan kembali menjalankan aktivitas jual beli di pasar induk dengan penataan yang baru. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
pedagang Banyuwangi Pasar Induk Banyuwangi boyongan pedagang Soft launching pasar Renovasi lapak