BTN Gelar Akad Massal KPR Subsidi, Seratus Keluarga Banyuwangi Dapat Akses Hunian

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 18:43 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (dua dari kanan), Wakil Kepala Kantor Wilayah Kantor BTN wilayah Jatim Nusra Joyce Ivone Mandagi, Pimpinan Cabang BTN KC Banyuwangi Ginanjar Fahmi Pratama menyerahkan mockup kunci simbolis akad KPR rumah subsidi kepada salah seorang nasabah, di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (26/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (dua dari kanan), Wakil Kepala Kantor Wilayah Kantor BTN wilayah Jatim Nusra Joyce Ivone Mandagi, Pimpinan Cabang BTN KC Banyuwangi Ginanjar Fahmi Pratama menyerahkan mockup kunci simbolis akad KPR rumah subsidi kepada salah seorang nasabah, di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (26/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sekitar 100 keluarga di Banyuwangi mengikuti rangkaian akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang difasilitasi Bank Tabungan Negara (BTN), Sabtu (26/9). Sebanyak 40 keluarga mengikuti akad secara simbolis di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Pada hari yang sama, 60 keluarga lainnya melaksanakan akad secara serentak di lokasi berbeda. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Akad massal itu dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Kepala Wilayah BTN Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi, serta Pimpinan Cabang BTN KC Banyuwangi Ginanjar Fahmi Pratama.

Pemkab Banyuwangi, BTN KC Banyuwangi dan Pengembang REI dan Apersi bersama nasabah berfoto bersama usai acara simbolis akad massal kredit KPR, Sabtu (26/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Pemkab Banyuwangi, BTN KC Banyuwangi dan Pengembang REI dan Apersi bersama nasabah berfoto bersama usai acara simbolis akad massal kredit KPR, Sabtu (26/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Hadir pula perwakilan Real Estate Indonesia (REI) Banyuwangi Suhartatik, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banyuwangi Fajar Susanto, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Marifatul Kamila, serta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi pelaksanaan akad massal tersebut. Menurut dia, program itu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam proses memperoleh rumah, termasuk karena pembeli dapat bertemu langsung dengan pihak bank dan notaris dalam satu tempat.

Ipuk menegaskan, penyediaan hunian yang mudah dijangkau masyarakat membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan perbankan, pengembang, notaris, dan masyarakat.

Pemkab Banyuwangi, BTN KC Banyuwangi dan pengembang berkomitmen menyukseskan program 3 juta rumah. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Pemkab Banyuwangi, BTN KC Banyuwangi dan pengembang berkomitmen menyukseskan program 3 juta rumah. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kolaborasi antarinstansi dan seluruh pihak yang terlibat. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Ada perbankan, developer, notaris, masyarakat, dan tentu juga dukungan dari berbagai perangkat daerah. Kalau semua bergerak bersama, akses masyarakat terhadap rumah layak dan terjangkau akan semakin mudah,” kata Ipuk.

Kolaborasi dalam sektor perumahan sebelumnya mengantarkan Banyuwangi meraih penghargaan Terbaik I kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.

Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Badung, Bali, pada 28 Agustus 2026.

Menurut Ipuk, capaian itu menjadi penyemangat untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

“Ke depan kolaborasi ini harus terus diperkuat, bukan hanya antara pemerintah daerah dan BTN, tetapi juga dengan para pengembang, notaris, dan seluruh stakeholder. Harapannya semakin banyak masyarakat Banyuwangi yang bisa memiliki rumah yang layak, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Wilayah BTN Jatim Bali Nusra Joyce Ivone Mandagi mengatakan, BTN terus melakukan transformasi seiring perkembangan kebutuhan masyarakat. BTN tidak hanya bergerak dalam pembiayaan perumahan, tetapi juga mengembangkan ekosistem layanan perumahan dan keuangan terintegrasi melalui konsep Beyond Mortgage.

Sejumlah layanan digital juga dikembangkan. Di antaranya Bale dan Bale Property untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan layanan properti. Sementara itu, QRIS dan Bale Community digunakan untuk mendukung transaksi digital, konektivitas, serta pengelolaan komunitas.

“Kami berharap inovasi ini dapat memberikan kemudahan, memperluas akses layanan, dan mendampingi masyarakat bukan hanya saat memiliki rumah, tetapi juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Joyce.

Menurut dia, akad massal juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara BTN, pemerintah daerah, masyarakat, dan pengembang untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.

Pimpinan Cabang BTN KC Banyuwangi Ginanjar Fahmi Pratama menyebut posisi BTN dalam pembiayaan perumahan di Banyuwangi cukup dominan. Pangsa pasar BTN dibandingkan bank lain di Banyuwangi saat ini mencapai 65 persen.

“Market share BTN dibanding bank lain sudah 65 persen di Banyuwangi,” ujarnya.

Banyuwangi, lanjut Ginanjar, juga menjadi salah satu kantong penyaluran KPR BTN di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

KPR menjadi produk utama BTN KC Banyuwangi. Porsi pembiayaannya mencapai lebih dari separuh keseluruhan bisnis BTN di Bumi Blambangan.

“Untuk BTN di Banyuwangi, KPR memang nomor satu, sekitar di atas 50 persen,” katanya.

Sejak membuka kantor cabang di Banyuwangi pada 2017, BTN tercatat telah menyalurkan pembiayaan KPR kepada 16.300 keluarga. Khusus sepanjang 2026, pembiayaan KPR telah disalurkan kepada 700 keluarga.

Besarnya penyaluran tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan hunian di Banyuwangi. Rumah subsidi masih mendominasi pasar perumahan daerah.

Perwakilan REI Banyuwangi Suhartatik mengatakan, rata-rata penjualan rumah di Banyuwangi mencapai lebih dari seribu unit per tahun. Lebih dari 95 persen di antaranya merupakan rumah subsidi. Sisanya merupakan rumah komersial.

Ketua Apersi Banyuwangi Fajar Susanto menegaskan, pengembang siap mendukung percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat.

Menurut Fajar, kebutuhan hunian layak dan terjangkau di Banyuwangi masih tinggi. Karena itu, sinergi pemerintah, perbankan, pengembang, dan notaris perlu terus diperkuat.

“Kami dari pengembang siap mendukung program pemerintah. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan notaris agar penyediaan rumah subsidi semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran,” ujar Fajar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BTN Banyuwangi rumah subsidi Banyuwangi akad massal KPR Program 3 Juta Rumah kpr subsidi