BFI Finance Bekali Nelayan Banyuwangi Kembangkan Usaha Olahan Mangrove

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:45 WIB
Peserta Program Sahabat Pesisir mengikuti pelatihan pengolahan mangrove di Banyuwangi, 25–26 September 2026. (Istimewa)
Peserta Program Sahabat Pesisir mengikuti pelatihan pengolahan mangrove di Banyuwangi, 25–26 September 2026. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 50 nelayan di Banyuwangi mendapat bekal untuk mengembangkan potensi mangrove menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka mengikuti Program Sahabat Pesisir yang digelar PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance), 25–26 September 2026.

Peserta berasal dari Kelompok Masyarakat Pengawas Badan Restorasi Tegalpare (Pokwasmas Baret) dan Kelompok Tani Hutan (KTH). Selain penguatan kewirausahaan, mereka mendapat pelatihan pengolahan mangrove menjadi produk makanan.

Program tersebut menyasar masyarakat di kawasan Teluk Pangpang, khususnya Desa Wringinputih. Wilayah itu menjadi salah satu lokasi penanaman mangrove BFI Finance pada tahun lalu. Namun, masyarakat setempat sebelumnya belum memiliki usaha olahan mangrove.

Area Manager Business BFI Finance Surabaya 2 Sonny Setiawan mengatakan, masyarakat pesisir tidak hanya didorong untuk terlibat dalam menjaga ekosistem. Mereka juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi mangrove untuk menambah nilai ekonomi.

“Kami ingin peserta Program Sahabat Pesisir ini tidak hanya ikut berperan dalam menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi mangrove menjadi produk bernilai jual. Penguatan dari sisi literasi keuangan, manajemen usaha, hingga legalitas produk menjadi fondasi penting agar komunitas dapat mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang,” ujar Sonny.

Sebanyak 50 nelayan mendapat pembekalan pengelolaan usaha hingga pengolahan mangrove menjadi produk makanan bernilai jual. (Istimewa)
Sebanyak 50 nelayan mendapat pembekalan pengelolaan usaha hingga pengolahan mangrove menjadi produk makanan bernilai jual. (Istimewa)

Dalam program tersebut, BFI Finance bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi serta Yayasan Bendega Alam Lestari (Bendega).

Peserta mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan manajemen usaha. Mereka juga mempraktikkan pengolahan mangrove menjadi makanan ringan, antara lain stik keju dan brownies. Materi lain meliputi teknik pengemasan dan strategi dasar pemasaran.

Program itu tidak berhenti pada pelatihan. BFI Finance menyiapkan pendampingan intensif hingga Mei 2027 untuk mendorong keberlanjutan usaha masyarakat.

Pendampingan tersebut antara lain menyasar pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi kelompok usaha terpilih. Keberhasilan program akan dilihat dari terbitnya legalitas dan kelayakan produk agar siap dipasarkan.

“Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat sekitar Teluk Pangpang untuk membangun usaha yang tumbuh dari potensi lokal. Ketika pelestarian mangrove berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi masyarakat, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Sonny.

Editor : Lugas Rumpakaadi
BFI Finance mangrove Banyuwangi Program Sahabat Pesisir nelayan banyuwangi teluk pangpang