Cabai Makin Mahal, Harga Ayam dan Telur di Pasar Genteng Malah Turun

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:00 WIB
PANTAUAN: Petugas Pasar melakukan pemantauan harga di Pasar Genteng, DesaGentengkulon, Kecamatan Genteng. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
PANTAUAN: Petugas Pasar melakukan pemantauan harga di Pasar Genteng, DesaGentengkulon, Kecamatan Genteng. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Belanja dapur di Pasar Genteng 1, Desa Gentengkulon, Banyuwangi, menghadapi pergerakan harga yang kontras. Dalam sepuluh hari terakhir, harga cabai rawit melonjak hingga Rp65 ribu per kilogram, sedangkan harga daging ayam potong dan telur ayam ras justru turun.

Kenaikan harga cabai rawit menjadi salah satu perubahan paling terasa bagi pedagang dan pembeli. Berdasarkan pemantauan harga pada Kamis (25/9), cabai rawit yang pada 15 September masih berada di kisaran Rp56 ribu–Rp58 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp62 ribu–Rp65 ribu per kilogram.

Petugas Pasar Genteng 1 Arif Kurniawan mengatakan kenaikan tersebut terjadi dalam waktu sekitar sepuluh hari. Selisih harganya mencapai Rp6 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram.

"Jika pada pertengahan bulan (15/9) cabai kecil pedas ini masih dibanderol di kisaran Rp56.000 hingga Rp58.000 per kilogram, kini harganya sudah menembus angka Rp62.000 sampai Rp65.000 per kilogram," kata Arif.

Cabai Merah Ikut Naik

Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai merah besar juga mengalami pergerakan harga cukup terasa.

Komoditas tersebut sebelumnya berada di kisaran Rp16 ribu–Rp18 ribu per kilogram. Kini harganya naik menjadi Rp22 ribu–Rp24 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan bumbu dapur menjadi lebih mahal. Bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang membutuhkan cabai dalam jumlah cukup banyak, kenaikan beberapa ribu rupiah per kilogram ikut memengaruhi pengeluaran.

"Ini pedesan memang sedang naik harganya, tapi memang fluktuatif," terang Arif.

Menurut dia, tersendatnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil menjadi salah satu pemicu kenaikan harga cabai. Faktor cuaca juga turut memengaruhi hasil panen petani.

Ayam Potong Malah Turun

Di tengah kenaikan harga cabai, kabar berbeda datang dari komoditas sumber protein. Harga daging ayam potong justru mengalami penurunan.

Pada 15 September, harga ayam potong sempat mencapai Rp40 ribu per kilogram. Sepuluh hari kemudian, harganya turun menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Meski turun Rp2 ribu, harga tersebut masih tergolong tinggi di tingkat pedagang.

"Ayam turun harga, tapi bisa dibilang ini masih mahal," ujar Arif.

Pergerakan serupa terjadi pada telur ayam ras. Harga komoditas tersebut turun tipis Rp1.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.

Pasokan Jadi Penentu

Arif menjelaskan, perbedaan arah harga sejumlah komoditas tersebut tidak lepas dari kondisi pasokan. Cabai rawit dan cabai merah mengalami kenaikan karena pasokan dari daerah penghasil disebut agak tersendat.

Sebaliknya, pasokan ayam potong dan telur ayam ras relatif melimpah serta stabil. Kondisi tersebut membuat harga kedua komoditas tersebut perlahan melandai.

"Untuk cabai rawit dan cabai merah memang ada kenaikan lantaran pasokan dari daerah penghasil agak tersendat, sehingga harga di tingkat pedagang ikut terkatrol. Sebaliknya, untuk daging ayam potong dan telur pasokannya relatif melimpah dan stabil, sehingga harganya bisa turun bertahap," jelasnya.

Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, daging sapi, dan bawang terpantau relatif stabil.

"Fluktuatif, tapi tidak ada yang menonjol naik atau turunnya," pungkas Arif.

Pihak Pasar Genteng 1 menyatakan pemantauan harga dan pasokan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perubahan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga agar daya beli masyarakat di Gentengkulon dan sekitarnya tetap terpantau. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
harga cabai Pasar Genteng cabai rawit harga ayam harga telur