RADAR BANYUWANGI – Pasar Induk Banyuwangi mulai memasuki fase akhir sebelum beroperasi. Sebanyak 560 pedagang prioritas pertama telah disiapkan untuk menempati kios di bangunan pasar hasil rehabilitasi. Namun, sebelum soft launching digelar, Pemkab Banyuwangi masih membenahi sejumlah aduan pedagang terkait zonasi dan pembagian los. Di saat yang sama, rooftop pasar disiapkan menjadi ruang publik untuk kuliner UMKM hingga panggung atraksi seni.
Persiapan tersebut terlihat saat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau langsung proses pengambilan kunci kios sekaligus mengecek Posko Pengaduan di Pasar Induk Banyuwangi, Rabu (23/9).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses perpindahan pedagang berjalan lancar. Ipuk juga mengecek sejumlah fasilitas vital pasar, mulai dari area kios basah di sisi utara hingga bagian atap (rooftop) yang selama ini difungsikan sebagai lokasi penyimpanan air bersih.
560 Pedagang Prioritas Mulai Pegang Kunci
Ipuk menyebut proses pembagian kunci saat ini memasuki tahap pertama. Sebanyak 560 pedagang prioritas satu telah masuk dalam daftar penerima kunci.
Pedagang yang merasa lokasi kios atau los yang diterima belum sesuai dapat menyampaikan keluhan melalui posko pengaduan. Pemkab memastikan setiap aduan akan ditampung dan dievaluasi.
“Memang ini masih tahap pertama. Ada 560 pedagang prioritas satu yang kuncinya sudah siap dan dibagikan beberapa hari ini. Bagi pedagang yang memiliki keluhan terkait lokasi atau los yang seharusnya didapat tetapi belum masuk daftar, saya sampaikan untuk bersabar karena masih ada kesempatan pada daftar lanjutan,” ujar Ipuk.
Menurut dia, mekanisme pengaduan penting untuk memastikan proses penempatan pedagang berlangsung terbuka. Evaluasi juga diperlukan agar pembagian lapak tetap berjalan sesuai aturan dan konsep pemerataan yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Selain persoalan zonasi, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan tata tertib khusus untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan setelah pasar mulai ditempati.
Rooftop Disiapkan Jadi Ruang Kreatif
Konsep Pasar Induk Banyuwangi tidak hanya diarahkan sebagai tempat transaksi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah fasilitas penunjang akan dimanfaatkan untuk menciptakan aktivitas baru yang bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung.
Salah satunya adalah area rooftop. Bagian atas pasar tersebut nantinya berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang kuliner UMKM sekaligus lokasi pertunjukan seni.
Konsep tersebut diharapkan membuat pasar tidak hanya ramai ketika masyarakat berbelanja kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang publik yang memiliki aktivitas ekonomi dan kreatif.
“Nanti kita soft launching dulu sekaligus ingin memanfaatkan semua fasilitas penunjang di sini. Contohnya ada rooftop, nanti mungkin bisa dipakai untuk lapak kuliner UMKM atau panggung atraksi seni dan sebagainya. Strategi ini penting agar jualan pedagang laku dan pasarnya makin ramai dikunjungi pembeli,” tegas Ipuk.
Dengan konsep tersebut, keberadaan rooftop diarahkan untuk memperkuat ekosistem perdagangan sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM dan seni.
222 Pedagang Sudah Ambil Kunci
Sementara itu, proses pengambilan kunci terus berjalan. Petugas pasar Slamet Supriyadi mengatakan hingga Rabu (23/9), sebanyak 222 pedagang tercatat telah resmi mengambil kunci los.
Prosesnya dibuat sederhana. Pedagang cukup membawa KTP dan menandatangani surat pernyataan sebelum menerima kunci.
Layanan pengambilan kunci masih dibuka hingga Sabtu (26/9). Pedagang yang sudah menerima kunci juga mulai mempersiapkan lapaknya masing-masing.
Sebagian pedagang bahkan telah mencicil pemindahan barang dagangan dari lokasi penampungan sementara di Pasar Gedung Wanita menuju bangunan Pasar Induk Banyuwangi.
“Ada juga pedagang yang mulai melakukan perbaikan minor pada sekat lapak mereka agar benar-benar siap saat pasar dibuka,” pungkas Slamet.
Setelah proses pengaduan, penataan pedagang, dan kesiapan fasilitas dituntaskan, Pasar Induk Banyuwangi akan memasuki tahapan soft launching. Pemerintah daerah berharap konsep pasar baru tersebut tidak hanya menyediakan tempat berdagang yang lebih tertata, tetapi juga mampu menjadi ruang aktivitas ekonomi dan kreatif bagi masyarakat. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin