Cabai Rawit Banyuwangi Mulai Jinak, tapi Selisih Harga Antar Pasar Menggelitik

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 21:30 WIB
TAK SERAGAM: Salah satu pedagang menjajakan sembako dan aneka bumbu masakan di Pasar Banyuwangi beberapa hari lalu (8/9). (Dok. Radar Banyuwangi)
TAK SERAGAM: Salah satu pedagang menjajakan sembako dan aneka bumbu masakan di Pasar Banyuwangi beberapa hari lalu (8/9). (Dok. Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Banyuwangi mulai menunjukkan kestabilan setelah sempat melonjak hingga Rp 70 ribu per kilogram. Namun, harga komoditas dapur tersebut masih bervariasi antar pasar, dengan selisih mencapai Rp 6 ribu per kilogram pada Kamis (17/9).

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, harga cabai rawit di lima pasar tradisional Bumi Blambangan berada pada rentang Rp 58 ribu hingga Rp 64 ribu per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Pasar Banyuwangi, sedangkan harga terendah ditemukan di Pasar Genteng I dan Pasar Jajag.

Perbedaan harga itu menarik perhatian lantaran jarak antarpasar tidak selalu menentukan tinggi rendahnya harga cabai rawit. Di Pasar Banyuwangi, misalnya, pedagang mematok harga Rp 64 ribu per kilogram. Sementara itu, di Pasar Blambangan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer, harga komoditas tersebut berada di angka Rp 62 ribu per kilogram.

Harga Cabai Rawit di Lima Pasar Banyuwangi

Berikut rincian harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Banyuwangi pada Kamis (17/9):

Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen di pasar yang berbeda dapat menghadapi harga cabai rawit yang tidak sama. Selisih Rp 6 ribu per kilogram antara harga tertinggi dan terendah menjadi gambaran adanya variasi harga di tingkat pasar tradisional.

Sempat Melonjak dari Rp 35 Ribu hingga Rp 70 Ribu

Sebelum mulai relatif stabil dalam beberapa hari terakhir, harga cabai rawit di Banyuwangi sempat mengalami kenaikan signifikan. Komoditas yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram mulai naik sejak akhir Agustus.

Kenaikan tersebut terus berlanjut hingga harga cabai rawit menembus kisaran Rp 65 ribu per kilogram. Bahkan, pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Senin (8/9) menunjukkan harga cabai rawit di Pasar Banyuwangi berada di rentang Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.

Khoirul, salah satu pedagang sembako di Pasar Banyuwangi, membenarkan bahwa harga cabai rawit sempat mengalami lonjakan. Saat ditemui pada periode tersebut, dia menyebut harga komoditas itu mencapai Rp 65 ribu per kilogram.

“Sekarang (kemarin) harganya Rp 65 ribu per kg,” ujar Khoirul.

Menurut dia, kenaikan harga mulai terasa sejak akhir Agustus. Kala itu, harga cabai rawit yang sebelumnya sekitar Rp 35 ribu per kilogram meningkat menjadi di atas Rp 50 ribu. Pergerakan harga kemudian berlanjut hingga menembus Rp 65 ribu per kilogram.

Pasokan Terbatas Diduga Jadi Pemicu

Kenaikan harga cabai rawit sebelumnya diduga berkaitan dengan mulai terbatasnya pasokan. Sejumlah pedagang menyampaikan dugaan tersebut ketika harga komoditas itu mengalami peningkatan pada awal September.

Di Pasar Blambangan, perubahan harga juga sempat terjadi dalam hitungan hari. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit pada Senin (8/9) berada di angka Rp 60 ribu per kilogram. Sehari setelahnya, harga tercatat meningkat menjadi Rp 62 ribu per kilogram.

Kini, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Banyuwangi berada pada kisaran Rp 58 ribu hingga Rp 64 ribu per kilogram. Meski pergerakan harga mulai relatif stabil, variasi harga antarpasar masih menjadi hal yang perlu diperhatikan masyarakat saat berbelanja kebutuhan dapur. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
harga cabai Banyuwangi pasar tradisional Banyuwangi Cabai rawit Banyuwangi harga cabai rawit harga bahan pokok