RADAR BANYUWANGI – Demi menghindari persoalan over dimension over loading (ODOL) sekaligus menyesuaikan keterbatasan infrastruktur jalan raya, PT Industri Kereta Api (INKA) mengoptimalkan jalur laut untuk mengirim sarana perkeretaapian dari Banyuwangi menuju Madiun. Sebanyak 12 unit kereta TS 9 didistribusikan bertahap melalui kombinasi jalur darat, rel, dan laut.
Skema distribusi itu salah satunya terlihat di Dermaga Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Rabu (16/9). Empat unit kereta TS 9 menjadi gelombang terakhir yang diberangkatkan menggunakan kapal Landing Craft Tank (LCT) untuk menyeberangi Selat Bali menuju Surabaya.
Langkah tersebut bukan sekadar soal memilih moda transportasi. Dimensi sarana perkeretaapian yang besar membuat pengiriman melalui jalan raya membutuhkan penanganan khusus. Karena itu, PT INKA memilih jalur laut sebagai salah satu alternatif distribusi agar pengiriman tetap berjalan tanpa mengabaikan regulasi transportasi darat.
Senior Manager Corporate Communications PT INKA Nanang Agung Rohmandiyas mengatakan pola distribusi disusun dengan mempertimbangkan karakteristik muatan, kesiapan infrastruktur, serta aturan yang berlaku.
“Produk yang kami kirim memiliki dimensi dan penanganan khusus. Pola distribusinya kami sesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta regulasi yang berlaku. Jalur laut menjadi salah satu alternatif yang terus kami optimalkan,” urai Nanang kemarin.
12 Kereta Dikirim Bertahap
Total terdapat 12 unit kereta TS 9 produksi PT INKA Banyuwangi yang menjadi target pengiriman menuju Madiun. Distribusi tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi dalam beberapa gelombang dengan kombinasi moda transportasi.
Empat unit pertama lebih dulu diberangkatkan menggunakan kombinasi jalur darat dan rel melalui wilayah Probolinggo.
Sementara delapan unit berikutnya memilih jalur laut dari Banyuwangi. Empat unit di antaranya telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 13 September dan bersandar pada 15 September.
Dari pelabuhan, rangkaian tersebut kemudian digeser menuju Stasiun Kalimas untuk melanjutkan perjalanan menggunakan jalur rel menuju Madiun.
Gelombang terakhir diberangkatkan Rabu (16/9) dari Dermaga Bulusan. Empat unit kereta diangkut menggunakan LCT untuk menyeberangi Selat Bali.
Dengan berangkatnya empat unit terakhir tersebut, seluruh 12 kereta TS 9 telah masuk dalam rangkaian proses distribusi menuju Madiun.
Jalan Raya Tak Dipaksakan
Pemanfaatan jalur laut menjadi bagian dari strategi PT INKA menghadapi tantangan distribusi sarana perkeretaapian berdimensi khusus. Pengiriman melalui jalur darat harus mempertimbangkan kemampuan infrastruktur jalan sekaligus ketentuan pemerintah mengenai dimensi dan muatan kendaraan.
Dalam konteks tersebut, penggunaan LCT menjadi alternatif agar sarana perkeretaapian dapat dipindahkan antarpulau tanpa seluruh beban distribusi dibebankan kepada jaringan jalan raya.
Skema kombinasi moda juga memungkinkan perusahaan menyesuaikan perjalanan berdasarkan karakteristik masing-masing jalur. Setelah menyeberangi laut, sarana perkeretaapian dapat kembali memanfaatkan jaringan rel untuk menuju tujuan akhir di Madiun.
Sesampainya di Madiun, belasan unit kereta TS 9 tersebut belum serta-merta masuk lintasan komersial. Seluruh unit masih harus menjalani inspeksi menyeluruh dan pengujian performa sesuai prosedur standar.
Artinya, perjalanan dari Banyuwangi ke Madiun baru merupakan satu tahap dalam rangkaian panjang sebelum sarana perkeretaapian tersebut dinyatakan siap digunakan.
Dari pesisir Bulusan, pilihan jalur laut menjadi solusi distribusi untuk membawa produk berukuran khusus tetap bergerak, sekaligus menyesuaikan pengiriman dengan kondisi infrastruktur dan regulasi transportasi yang berlaku. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin