Jalan Berlumpur Tak Halangi Kepala Unit BRI Hasibuan Dampingi UMKM Naik Kelas

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:57 WIB
Kisah M A Hasibuan, Kepala Unit BRI Sigambal, menembus jalan sulit untuk mendampingi UMKM, memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan. (Foto: BRI)
Kisah M A Hasibuan, Kepala Unit BRI Sigambal, menembus jalan sulit untuk mendampingi UMKM, memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan. (Foto: BRI)

RADAR BANYUWANGI – Jalan rusak, ruas berlumpur, hingga jaringan komunikasi yang tak selalu tersedia tidak membuat M A Hasibuan berhenti mendatangi pelaku UMKM. Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, Sumatera Utara, itu memilih turun langsung ke lapangan karena meyakini kebutuhan nasabah tak cukup dipahami hanya dari berkas pengajuan pembiayaan.

Pagi bahkan belum sepenuhnya beranjak ketika Hasibuan mulai menempuh perjalanan menuju lokasi usaha nasabah. Medan yang harus dilalui tak selalu mudah. Jalan yang belum sepenuhnya beraspal berubah menjadi tantangan ketika hujan turun dan sejumlah ruas menjelma medan berlumpur.

Di beberapa titik, sinyal komunikasi pun terbatas.

Namun, hampir dua tahun menjalankan tugas sebagai Kepala Unit BRI Sigambal, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari kesehariannya. Hasibuan rutin mendatangi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melihat aktivitas usaha dari dekat, berbincang dengan pemiliknya, sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.

Bagi dia, kunjungan ke nasabah bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan.

Di balik setiap perjalanan, ada cerita tentang pedagang yang berupaya mempertahankan usaha, pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal, hingga keluarga yang menggantungkan penghasilan dari bisnis yang dirintis dengan ketekunan.

“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.

Memahami Nasabah dari Dekat

Menurut Hasibuan, kebutuhan pelaku usaha tidak selalu tergambar secara utuh melalui dokumen maupun angka dalam pengajuan pembiayaan. Kondisi sebenarnya baru dapat dipahami ketika petugas melihat langsung aktivitas usaha dan berdialog dengan nasabah.

Pendekatan tersebut membuat hubungan antara insan BRI dan nasabah tidak berhenti pada urusan pembiayaan.

Dalam setiap kunjungan, Hasibuan juga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha. Mulai kebutuhan modal kerja, tantangan mengelola keuangan, hingga pemanfaatan layanan perbankan untuk mendukung aktivitas bisnis.

Dari sana, solusi yang diberikan diupayakan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nasabah.

“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Bagi Hasibuan, akses terhadap modal merupakan salah satu pintu awal bagi UMKM untuk berkembang. Pembiayaan yang diberikan kepada usaha yang tepat dan dikelola dengan baik dapat membantu pelaku usaha menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas skala bisnis.

Dari KUR hingga Naik Kelas

Dampak pendampingan tersebut mulai terlihat dari perkembangan sejumlah nasabah yang sebelumnya memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seiring skala usaha dan kebutuhan pembiayaan meningkat, beberapa nasabah secara bertahap mampu beralih menggunakan kredit komersial.

Perubahan tersebut bagi Hasibuan bukan sekadar berganti jenis pembiayaan.

Ada proses pertumbuhan usaha di baliknya.

Usaha yang semula dirintis dalam skala kecil mampu berkembang ketika mendapatkan akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang sesuai. Bagi insan BRI yang mendampingi dari awal, perkembangan tersebut menjadi salah satu ukuran keberhasilan kehadiran mereka di tengah masyarakat.

“Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil,” ujarnya.

Literasi Keuangan Jadi Penguat

Pendampingan terhadap masyarakat juga tidak berhenti pada pembiayaan. Hasibuan turut mendorong peningkatan literasi keuangan dengan memperkenalkan berbagai layanan BRI yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Di antaranya BRImo, QRIS, dan BRILink Agen.

Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan layanan digital tersebut dapat membantu transaksi menjadi lebih mudah, aman, dan efisien. Pada saat yang sama, penggunaan layanan keuangan formal dapat mendukung pengelolaan aktivitas usaha sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap ekosistem keuangan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan masyarakat, terutama di wilayah yang akses terhadap layanan perbankan dan digital belum selalu mudah.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan kedekatan insan BRI dengan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan.

“Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, insan BRI memiliki peran penting untuk hadir, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Dhanny.

Menemani UMKM Bertumbuh

UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, dukungan kepada pelaku usaha tidak cukup hanya berupa akses pembiayaan.

Literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting agar pelaku UMKM mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Semangat tersebut pula yang ingin dibangun BRI melalui kehadiran insan-insannya di tengah masyarakat.

“Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat,” imbuh Dhanny.

Bagi Hasibuan, perjalanan menuju nasabah mungkin dimulai dari jalan yang rusak dan berlumpur. Namun, tujuan akhirnya jauh lebih besar: memastikan pelaku usaha tidak berjalan sendirian.

Sebab, di balik angka pembiayaan, terdapat usaha yang sedang tumbuh, keluarga yang sedang memperjuangkan kehidupan, dan masyarakat yang membutuhkan akses sekaligus pendampingan.

Di situlah kehadiran insan BRI menemukan maknanya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
BRI Sigambal Hasibuan BRI UMKM Naik Kelas KUR BRI pendampingan UMKM