Morgan Stanley Borong 21,67 Miliar Saham GOTO, Kepemilikan Kini 7,59 Persen

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:48 WIB
Morgan Stanley kembali menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui serangkaian transaksi pada 2 September 2026. Kepemilikannya kini mencapai sekitar 7,59 persen hak suara. (ChatGPT)
Morgan Stanley kembali menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melalui serangkaian transaksi pada 2 September 2026. Kepemilikannya kini mencapai sekitar 7,59 persen hak suara. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Morgan Stanley & Co International Plc kembali memperbesar kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dalam serangkaian transaksi pada 2 September 2026, lembaga keuangan global tersebut membeli sekitar 21,68 miliar saham GOTO dengan nilai hampir Rp548 miliar.

Seluruh transaksi dilakukan pada harga Rp25 per saham. Pembelian tersebut membuat kepemilikan Morgan Stanley meningkat dari sekitar 65,81 miliar saham atau 5,71 persen hak suara menjadi sekitar 87,48 miliar saham atau setara 7,59 persen hak suara.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen GOTO kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 September 2026, pembelian dilakukan dalam tiga transaksi dan seluruhnya disebut bertujuan untuk investasi.

Tiga Transaksi dalam Satu Hari

Transaksi pertama dilakukan dengan pembelian 12.577.872.400 saham GOTO pada harga Rp25 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp314,44 miliar.

Morgan Stanley kemudian membeli 119.953.200 saham dengan harga yang sama. Nilai transaksi kedua sekitar Rp2,99 miliar.

Pada transaksi ketiga, sebanyak 9.221.177.326 saham kembali dibeli pada harga Rp25 per saham dengan nilai sekitar Rp230,52 miliar.

Jika seluruh transaksi digabungkan, Morgan Stanley memperoleh sekitar 21,68 miliar saham GOTO dengan total nilai sekitar Rp547,95 miliar.

Dalam laporan perubahan kepemilikan tersebut, Morgan Stanley menyatakan tujuan pembelian adalah investasi. Lembaga keuangan itu juga tidak menyatakan adanya rencana untuk mengambil alih pengendalian atas GOTO.

“Tujuan transaksi adalah investasi.”

Dengan transaksi terbaru tersebut, Morgan Stanley kini berada dalam jajaran pemegang saham GOTO dengan kepemilikan di atas 5 persen.

Kepemilikan Morgan Stanley Terus Bertambah

Akumulasi saham GOTO oleh Morgan Stanley telah berlangsung dalam beberapa tahap.

Sebelumnya, pada 21 Agustus 2026, Morgan Stanley membeli saham GOTO dalam dua transaksi. Pembelian pertama mencapai sekitar 3,14 miliar saham, sedangkan transaksi kedua sekitar 657,34 juta saham.

Kedua transaksi dilakukan pada harga Rp23 per saham dengan nilai keseluruhan sekitar Rp87,30 miliar.

Pembelian tersebut membuat kepemilikan Morgan Stanley meningkat dari sekitar 4,82 persen menjadi lebih dari 5 persen hak suara GOTO. Berdasarkan data kepemilikan per 4 September 2026, Morgan Stanley tercatat menggenggam sekitar 66,41 miliar saham atau setara 5,58 persen.

Setelah transaksi 2 September dilaporkan, kepemilikannya kembali meningkat hingga sekitar 7,59 persen.

Perkembangan tersebut menempatkan Morgan Stanley sejajar dengan investor besar lain dalam struktur kepemilikan GOTO. Sebelumnya, SVF GT SUBCO (Singapore) Pte. Ltd. tercatat memiliki sekitar 7,65 persen saham, sedangkan Taobao China Holding Limited menguasai sekitar 7,43 persen.

Saham Dibeli Rp25, Pasar Reguler Masih Rp50

Hal yang menarik dari transaksi terbaru Morgan Stanley adalah harga pembeliannya.

Seluruh saham dalam tiga transaksi tersebut dibeli pada harga Rp25 per saham. Sementara itu, harga GOTO di pasar reguler masih berada di level Rp50 per saham.

Perbedaan tersebut perlu dilihat secara hati-hati karena transaksi Morgan Stanley berlangsung melalui pasar negosiasi. Dengan demikian, harga Rp25 tidak serta-merta dapat dianggap sebagai harga pasar reguler GOTO.

Meski demikian, transaksi di pasar negosiasi memberikan gambaran bahwa saham GOTO telah berpindah tangan pada harga di bawah batas Rp50 yang selama ini menjadi acuan perdagangan di pasar reguler.

Dalam data perdagangan yang diberikan, transaksi GOTO di pasar negosiasi juga tercatat pada kisaran Rp26-Rp27 per saham.

Kondisi ini menjadi semakin relevan karena Bursa Efek Indonesia berencana mengubah batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

Jika kebijakan tersebut diberlakukan, saham yang selama ini tertahan di level Rp50 akan memiliki ruang untuk bergerak lebih rendah. Pada saat yang sama, mekanisme tersebut dapat membuat proses pembentukan harga atau price discovery menjadi lebih terbuka.

Berpotensi Memicu Volatilitas

Perubahan batas minimum harga tersebut memiliki dua sisi bagi saham GOTO.

Di satu sisi, terbukanya ruang pergerakan harga dapat meningkatkan likuiditas dan memungkinkan pasar menemukan harga baru berdasarkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Di sisi lain, investor yang sebelumnya tertahan pada harga Rp50 akan memiliki ruang untuk menjual sahamnya di bawah level tersebut. Kondisi itu berpotensi meningkatkan tekanan jual dan volatilitas dalam jangka pendek.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan GOTO berpotensi menguji level Rp20-Rp30 jika batas bawah Rp50 dicabut. Dalam skenario tekanan jual yang lebih kuat, saham GOTO bahkan berpotensi bergerak menuju kisaran Rp10-Rp20.

Nafan juga menyoroti transaksi di pasar negosiasi pada kisaran Rp23-Rp25 per saham. Menurutnya, harga tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam proses pembentukan harga apabila batas minimum Rp50 tidak lagi berlaku.

“Rekomendasi GOTO menurut saya adalah NOT RATED,” kata Nafan.

Artinya, pembelian dalam jumlah besar oleh Morgan Stanley tidak dapat langsung diterjemahkan sebagai sinyal bahwa harga saham GOTO akan naik. Arah saham tetap akan dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, likuiditas, aksi investor besar, serta perkembangan fundamental perseroan.

Fundamental GOTO Tetap Perlu Diperhatikan

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi, kondisi fundamental GOTO tetap menjadi pertimbangan bagi investor.

GOTO membukukan laba bersih sekitar Rp608 miliar pada semester pertama 2026. Namun, prospek EBITDA perseroan sepanjang tahun masih menghadapi tekanan sehingga perusahaan melakukan penyesuaian terhadap panduan kinerja.

Dengan demikian, perubahan struktur kepemilikan dan aktivitas pembelian Morgan Stanley merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan, tetapi bukan satu-satunya penentu pergerakan saham GOTO.

Data perdagangan juga menunjukkan aktivitas cukup besar pada saham tersebut. Dalam sepekan terakhir, Maybank Sekuritas tercatat sebagai broker dengan nilai pembelian terbesar, sekitar Rp699,2 miliar. Berikutnya terdapat UBS Sekuritas Indonesia dengan sekitar Rp224,2 miliar dan Semesta Indovest sekitar Rp98,6 miliar.

Morgan Stanley Bukan Pengendali GOTO

Kenaikan kepemilikan hingga 7,59 persen membuat Morgan Stanley menjadi salah satu pemegang saham besar GOTO. Namun, posisi tersebut tidak berarti lembaga keuangan asal Amerika Serikat itu menjadi pengendali perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi, transaksi tersebut disebut dilakukan untuk kepentingan investasi dan Morgan Stanley menyatakan tidak memiliki rencana mengambil alih pengendalian GOTO.

Bagi investor ritel di Banyuwangi maupun daerah lain, perkembangan ini menunjukkan bahwa saham GOTO masih menjadi perhatian investor institusi. Namun, besarnya transaksi Morgan Stanley perlu dibaca bersama kondisi perdagangan, perubahan batas minimum harga saham, serta fundamental GOTO.

Pembelian saham dalam jumlah besar juga tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Justru, apabila batas minimum Rp50 dicabut, saham GOTO berpotensi memasuki fase pembentukan harga baru dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi.

Untuk itu, perkembangan transaksi investor besar seperti Morgan Stanley menjadi penting bukan semata karena nilai pembeliannya, melainkan karena perubahan tersebut berlangsung ketika struktur kepemilikan dan mekanisme perdagangan saham GOTO sama-sama memasuki fase baru.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Investasi Saham GoTo Gojek Tokopedia Saham GOTO Morgan Stanley bei