RADAR BANYUWANGI – Harga cabai rawit di Banyuwangi kembali bikin mata pedih sebelum sambal dibuat. Dalam sepekan terakhir, harganya melonjak dari kisaran Rp35 ribu menjadi Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Pedagang menduga, pasokan yang mulai terbatas menjadi pemicu utama kenaikan komoditas yang hampir tak pernah absen dari dapur warga tersebut.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi pada Selasa (8/9), harga cabai rawit di Pasar Banyuwangi berada di rentang Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kg. Kenaikan ini mulai terasa sejak akhir Agustus dan terus bergerak naik hingga menembus angka Rp70 ribu.
Khoirul, salah seorang pedagang sembako di Pasar Banyuwangi, mengatakan harga cabai rawit saat ini jauh lebih mahal dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
“Sekarang (kemarin) harganya Rp65 ribu per kg,” ujarnya.
Menurut Khoirul, perubahan harga mulai terlihat sejak akhir Agustus. Kala itu, cabai rawit yang sebelumnya bertengger di sekitar Rp35 ribu per kg mulai naik hingga menembus Rp50 ribu.
Kenaikan ternyata belum berhenti. Dalam beberapa hari terakhir, harga kembali bergerak naik hingga berada di kisaran Rp65 ribu per kg.
Situasi tersebut membuat cabai rawit kembali menjadi salah satu komoditas pangan yang pergerakan harganya perlu diperhatikan. Sebab, cabai merupakan kebutuhan harian masyarakat dan menjadi bahan penting dalam berbagai menu rumah tangga.
Pedagang lainnya, Sulastri, menyebut kenaikan harga tidak lepas dari berkurangnya pasokan dari pemasok.
“Harga cabai memang mahal sekarang karena barang dari pemasok sedikit,” katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan awal Agustus. Saat itu, harga cabai rawit masih relatif terjangkau, yakni sekitar Rp35 ribu per kg.
Artinya, dalam kurun sekitar satu bulan, harga cabai rawit di tingkat pedagang Pasar Banyuwangi telah mengalami kenaikan hampir dua kali lipat.
Pasokan Mulai Terbatas
Kondisi serupa juga tercermin di Pasar Blambangan. Meski harganya sedikit lebih rendah dibanding Pasar Banyuwangi, cabai rawit di pasar tersebut tetap menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga cabai rawit di Pasar Blambangan pada Selasa (8/9) tercatat Rp62 ribu per kg.
Harga tersebut naik dibanding sehari sebelumnya. Pada Senin (7/9), rata-rata harga cabai rawit di Pasar Blambangan masih berada di angka Rp60 ribu per kg.
Kenaikan Rp2 ribu dalam sehari tersebut memperlihatkan harga cabai rawit masih bergerak dinamis di tingkat pasar.
Bagi pedagang, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor yang paling menentukan. Ketika pasokan dari pemasok berkurang, harga di tingkat pedagang pun ikut terdorong naik.
Sementara bagi konsumen, lonjakan harga berarti tambahan pengeluaran untuk kebutuhan dapur. Cabai rawit yang sebelumnya bisa dibeli dengan harga sekitar Rp35 ribu per kg kini harus ditebus hampir dua kali lipat.
Pergerakan harga tersebut membuat cabai rawit kembali menjadi komoditas yang patut dicermati dalam perkembangan harga bahan pokok di Banyuwangi. Terlebih, tren kenaikan terjadi bersamaan di sejumlah pasar dan berlangsung sejak akhir Agustus.
Sejauh ini, pedagang menyebut keterbatasan pasokan sebagai dugaan utama penyebab harga cabai rawit meroket. Jika pasokan belum kembali normal, bukan tidak mungkin harga cabai masih akan bergerak mengikuti ketersediaan barang di pasar. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin