Rp 843 Miliar Lewat QRIS, Wajah Ekonomi Sekarkijang Berubah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:26 WIB

Kolaborasi BI, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas ekosistem ekonomi digital Sekarkijang. (Bank Indonesia)

Kolaborasi BI, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas ekosistem ekonomi digital Sekarkijang. (Bank Indonesia)

RADAR BANYUWANGI - Transformasi ekonomi digital di kawasan Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang) terus digenjot. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersama Pemkab Lumajang menggelar Dulur Sekarkijang x Road to FESyar SAMARA 2026 pada 5-6 September 2026.

Mengusung tema “Digital Berdaya, Ekonomi Syariah Berjaya”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang edukasi pembayaran digital. BI mendorong QRIS masuk lebih jauh ke berbagai ekosistem, mulai perdagangan, rumah ibadah, pariwisata hingga pendidikan. Hasilnya, 25 UMKM peserta pameran mencatat transaksi penjualan mencapai Rp148,37 juta selama dua hari.

Kepala Perwakilan BI Jember Iqbal Reza Nugraha mengatakan, ukuran keberhasilan digitalisasi tidak cukup dilihat dari banyaknya transaksi. Yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya seberapa banyak transaksi yang tercatat, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Iqbal.

Data BI menunjukkan, perkembangan transaksi digital di kawasan Sekarkijang semakin kuat. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS di wilayah tersebut mencapai 9,9 juta transaksi dengan nilai Rp843 miliar. Jumlah merchant mencapai 641.233, tumbuh 31,9 persen secara tahunan.

Puteri Indonesia, Kepala Kantor BI Jember, Bupati Lumajang. (Bank Indonesia)
Puteri Indonesia, Kepala Kantor BI Jember, Bupati Lumajang. (Bank Indonesia)

Lumajang, kata Iqbal, menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan merchant yang cukup tinggi. Transaksi QRIS di kabupaten ini mencapai 771.358 transaksi senilai Rp81,8 miliar. Sementara jumlah merchant mencapai 80.052, meningkat 41,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dorongan digitalisasi juga diarahkan pada sektor pariwisata. BI bersama Pemkab Lumajang mengembangkan kesiapan QRIS Antarnegara di destinasi Tumpak Sewu, Pronojiwo. Sejumlah ekosistem lain turut diperkuat, di antaranya Pasar Klakah, masjid, Lava Tour Semeru, Pura Mandara Giri Semeru Agung, hingga Gerai Cerdas PeKA Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang.

“Di balik setiap transaksi terdapat UMKM yang semakin mudah melayani konsumen, masyarakat yang semakin nyaman bertransaksi, wisatawan yang semakin mudah berbelanja, serta aktivitas ekonomi lokal yang terus bergerak,” kata Iqbal.

Penguatan ekonomi digital tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya melalui business matching pembiayaan UMKM senilai Rp225 juta dari BSI KCP Lumajang kepada pelaku UMKM di Kecamatan Klakah.

Selain pembiayaan, BI dan Pemkab Lumajang juga memberikan sertifikat halal kepada UMKM serta memperkuat kapasitas Juru Sembelih Halal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk usaha lokal.

Sekarkijang QRIS Run 5K. (Bank Indonesia)
Sekarkijang QRIS Run 5K. (Bank Indonesia)

Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menegaskan, elektronifikasi tidak boleh berhenti pada perubahan proses manual menjadi digital. Transformasi tersebut harus mampu meningkatkan efektivitas pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta memberikan kemudahan yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah mendorong kawasan Sekarkijang tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas. Digitalisasi, ekonomi hijau, serta ekonomi dan keuangan syariah dinilai menjadi kunci untuk mengubah potensi tersebut menjadi nilai tambah.

Rangkaian kegiatan juga diisi seminar nasional, edukasi QRIS kepada UMKM, QRIS Experience Zone, Sekarkijang QRIS Run 5K, hingga talkshow perlindungan konsumen. Seluruh agenda dirancang agar digitalisasi tidak hanya dipahami sebagai teknologi pembayaran, tetapi menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi daerah.

Melalui Dulur Sekarkijang x Road to FESyar SAMARA 2026, BI Jember menargetkan sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat semakin kuat. Fokusnya memperluas penggunaan pembayaran digital, membuka akses pembiayaan UMKM, memperkuat ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan literasi dan perlindungan konsumen.

Lima kabupaten di wilayah kerja KPwBI Jember—Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang—sendiri telah masuk kategori Digital dalam Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Capaian itu menjadi modal penting untuk mendorong kawasan Sekarkijang menjadi ekosistem ekonomi yang semakin inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Bank Indonesia Jember QRIS Sekarkijang UMKM Lumajang Ekonomi Digital ekonomi syariah