RADAR BANYUWANGI – Ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak tak hanya menyangkut kesehatan hewan. Jika tak dicegah, penyakit tersebut bisa menurunkan produktivitas hingga memicu kerugian ekonomi peternak. Karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi terus memperkuat kekebalan ternak melalui vaksinasi PMK di sejumlah wilayah.
Langkah pencegahan tersebut dilakukan tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di beberapa wilayah Banyuwangi. Petugas turun langsung ke kandang-kandang ternak milik masyarakat untuk memberikan vaksin sekaligus melakukan pengendalian risiko penyebaran penyakit.
Pada Kamis (3/9), Tim Puskeswan Rogojampi melaksanakan vaksinasi PMK di wilayah binaannya. Vaksinasi menjadi bagian dari upaya Dispertan Banyuwangi menjaga ternak masyarakat tetap sehat dan produktif.
Di hari yang sama, langkah serupa dilakukan Tim Puskeswan Gambiran. Vaksin diberikan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh ternak sehingga risiko terjangkit PMK dapat ditekan.
Gerakan vaksinasi kemudian berlanjut. Tim Puskeswan Genteng juga turun ke wilayah binaan, termasuk Kecamatan Sempu, pada Jumat (4/9).
Bangun Kekebalan Ternak
Vaksinasi PMK bukan sekadar tindakan saat penyakit sudah muncul. Pemberian vaksin ditujukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh hewan ternak berkuku belah agar lebih siap menghadapi virus PMK.
Hewan yang menjadi sasaran vaksinasi antara lain sapi, kerbau, kambing, dan domba. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem imun ternak untuk membentuk antibodi khusus terhadap virus penyebab PMK.
Dengan kekebalan yang lebih baik, risiko penyebaran penyakit antarternak dalam satu kelompok maupun antarwilayah diharapkan dapat ditekan.
Upaya tersebut penting karena PMK dapat menyebar cepat di antara hewan berkuku belah. Ketika satu ternak terinfeksi, risiko penularan terhadap ternak lain di sekitarnya ikut meningkat.
Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu instrumen pencegahan dan pengendalian yang terus dilakukan pemerintah daerah melalui jaringan Puskeswan.
Tekan Kerugian Peternak
Manfaat vaksinasi tidak berhenti pada aspek kesehatan hewan. Kekebalan ternak juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha peternakan masyarakat.
Ternak yang terhindar dari PMK memiliki risiko lebih kecil mengalami penurunan kondisi tubuh maupun produktivitas akibat penyakit. Risiko kematian pada ternak yang terinfeksi juga dapat ditekan.
Bagi peternak, kondisi tersebut berarti mengurangi potensi kerugian ekonomi. Sebab, kematian atau penurunan produktivitas ternak dapat berdampak langsung terhadap pendapatan dan keberlanjutan usaha.
Selain melindungi ternak dan peternak, pengendalian PMK juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Kesehatan populasi ternak berkaitan dengan keberlangsungan pasokan komoditas peternakan di daerah.
Melalui vaksinasi yang dilakukan secara bertahap di wilayah binaan Puskeswan, Dispertan Banyuwangi berupaya memastikan perlindungan ternak tidak hanya terpusat di satu kawasan. Petugas terus mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada peternak di lapangan. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin