RADAR BANYUWANGI – Setelah beberapa hari membuat warga kelimpungan, pasokan elpiji 3 kilogram (kg) di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, mulai kembali mengalir. Sejumlah pangkalan yang sebelumnya kosong mulai menerima kiriman, sementara armada pengangkut gas melon kembali sibuk mendistribusikan tabung bersubsidi ke sejumlah titik pada Rabu (2/9).
Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sempat kesulitan mendapatkan gas untuk memasak maupun menjalankan usaha.
Pantauan di sejumlah ruas jalan raya Muncar menunjukkan aktivitas distribusi mulai kembali normal. Mobil pengangkut berwarna merah terlihat hilir mudik menyuplai tabung elpiji 3 kg ke pangkalan-pangkalan.
Sebelumnya, distribusi gas melon sempat tersendat selama beberapa hari. Kondisi itu bahkan membuat sejumlah pangkalan tidak mendapatkan pasokan sama sekali.
Pangkalan Tak Dapat Kiriman Berhari-hari
Staf Trantibum Kecamatan Muncar Slamet Hariyadi membenarkan adanya gangguan distribusi tersebut.
Berdasarkan pengecekan di lapangan, salah satu pangkalan di Desa Sumberberas bahkan tidak menerima pasokan selama beberapa hari.
“Kami cek salah satu pangkalan yang ada di Desa Sumberberas. Mulai hari Kamis sampai Senin lalu, mereka memang sama sekali tidak mendapat kiriman gas,” jelas Slamet.
Terhentinya pasokan dalam beberapa hari membuat kelangkaan terasa hingga tingkat konsumen.
Bagi warga yang menggunakan elpiji 3 kg untuk kebutuhan harian, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan ketersediaan barang. Gas melon menjadi kebutuhan utama untuk memasak. Bagi pelaku usaha mikro, tabung tersebut juga menjadi penopang aktivitas produksi setiap hari.
Warung Kecil Ikut Kelimpungan
Gangguan pasokan turut dirasakan pemilik warung kecil di Desa Kedungrejo.
Salah seorang pemilik usaha yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan mendapatkan tabung elpiji 3 kg sejak Senin (31/8) hingga Rabu (2/9).
Kelangkaan membuat aktivitas memasak dan berjualan ikut terganggu.
“Kami berharap kondisi ini bisa cepat kembali normal total. Kalau langka begini, ibu-ibu rumah tangga dan pemilik usaha kecil-kecilan seperti kami jelas sangat kerepotan untuk memasak dan berjualan,” keluhnya.
Kekhawatiran warga cukup beralasan. Ketika pasokan tersendat, masyarakat cenderung mencari gas di tempat lain atau membeli lebih dari kebutuhan sebagai langkah antisipasi.
Jika dilakukan secara bersamaan, kebiasaan tersebut justru berpotensi memperparah kelangkaan di tingkat konsumen.
Camat Minta Warga Tak Borong Gas
Pemerintah Kecamatan Muncar kini meminta masyarakat tidak panik. Camat Muncar Ahmad Kholid Askandar memastikan distribusi mulai kembali berjalan ke pangkalan.
Karena itu, masyarakat diminta membeli elpiji sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan panic buying.
“Pendistribusian gas elpiji sudah mulai normal kembali ke pangkalan-pangkalan. Jadi, warga tidak usah panic buying dengan membeli gas di luar batas kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Normalnya kembali distribusi diharapkan segera mengembalikan kondisi pasokan seperti semula.
Bagi rumah tangga, itu berarti dapur kembali aman. Bagi pelaku usaha kecil, aktivitas memasak dan berjualan pun bisa kembali berjalan tanpa harus berburu gas melon dari satu pangkalan ke pangkalan lain.
Setelah beberapa hari pasokan tersendat, hilir mudik armada pengangkut elpiji 3 kg menjadi tanda bahwa distribusi di Muncar mulai menemukan ritmenya kembali. (why/aif)
Editor : Ali Sodiqin