Gas Melon Langka di Rogojampi, Toko Kelontong Cuma Pajang Tabung Kosong

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:00 WIB
STOK LANGKA: Gas elpiji ukuran 3 kilogram yang dijual di sejumlah toko kelontong di Rogojampi tinggal tabungnya saja, Minggu (31/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
STOK LANGKA: Gas elpiji ukuran 3 kilogram yang dijual di sejumlah toko kelontong di Rogojampi tinggal tabungnya saja, Senin (31/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tabung LPG 3 kilogram kini lebih mudah ditemukan dalam kondisi kosong ketimbang berisi. Di sejumlah toko kelontong di wilayah Rogojampi, Banyuwangi, tumpukan tabung gas melon hanya menjadi pajangan karena pasokan dari agen tersendat setelah akses menuju terminal elpiji di Bukusan, Kalipuro, terganggu.

Kondisi itu membuat warga harus berburu gas bersubsidi dari satu toko ke toko lain. Bahkan, sebagian warga disebut mencari hingga ke wilayah Kecamatan Srono untuk mendapatkan LPG 3 kilogram yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari.

Kelangkaan tersebut dirasakan langsung para pemilik toko kelontong. Salah satunya Yudianto, 32. Selama empat hari terakhir, toko miliknya tidak memiliki stok gas melon untuk dijual.

"Sudah habis empat hari ini, karena tidak dapat kiriman dari agen," kata Yudianto Minggu (31/8).

Biasanya Dua Kali Kiriman dalam Sepekan

Kondisi tersebut berbeda dengan pola distribusi yang selama ini diterima Yudianto. Dalam kondisi normal, toko kelontong miliknya mendapat pasokan LPG 3 kilogram sebanyak dua kali dalam sepekan.

Sekali pengiriman, sekitar 30 tabung gas melon datang untuk memenuhi kebutuhan warga. Artinya, dalam sepekan toko tersebut biasanya menerima sekitar 60 tabung LPG 3 kilogram.

Namun, pola itu kini tersendat. Pengiriman yang biasanya rutin justru belum datang sehingga stok di tingkat pengecer kosong.

"Satu minggu itu dapat jatah 60 tabung gas biasanya. Tapi kali ini kok telat (belum dikirim). Kalau penyebabnya masih belum mengerti," ujar pria yang akrab disapa Yudi itu.

Bagi pengecer, keterlambatan pasokan langsung terasa di tingkat konsumen. Ketika stok habis, toko tidak memiliki pilihan lain selain menunggu kiriman berikutnya.

Tabung Kosong Sengaja Dipajang

Pemandangan serupa terlihat di toko kelontong milik Desi. Sejumlah tabung LPG 3 kilogram masih terpajang, tetapi seluruhnya dalam kondisi kosong.

Desi bahkan memasang tulisan "tabung kosong" di tokonya. Bukan tanpa alasan. Ia tidak ingin warga yang tengah mencari gas melon mengira masih ada stok hanya karena melihat deretan tabung hijau di depan toko.

"Jadi saya beri tulisan biar warga pada tahu kalau gasnya lagi kosong," katanya.

Menurut Desi, kelangkaan LPG 3 kilogram tidak hanya terjadi di tokonya. Sejumlah toko kelontong di wilayah Desa/Kecamatan Rogojampi juga mengalami kondisi serupa.

Warga yang membutuhkan gas melon akhirnya harus mencari ke wilayah lain. Salah satu tujuan yang disebut menjadi lokasi pencarian warga adalah Kecamatan Srono.

"Kalau kata warga sih biasanya mereka mencari hingga ke Kecamatan Srono," bebernya.

Kondisi ini menunjukkan persoalan pasokan LPG 3 kilogram mulai terasa hingga tingkat pengecer. Gangguan distribusi membuat ritme pengiriman yang biasanya berjalan dua kali sepekan tersendat, sementara kebutuhan rumah tangga terhadap gas bersubsidi tetap berjalan setiap hari. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
pasokan LPG LPG 3 KG Gas Langka rogojampi Gas Melon