RADAR BANYUWANGI – Gangguan operasional fasilitas pengisian LPG PT MMP Bosowa membuat pasokan LPG di Banyuwangi dan Situbondo perlu mendapat perhatian. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) pun bergerak cepat dengan menyiapkan distribusi alternatif setelah lima dari delapan SPBE yang melayani dua wilayah tersebut mengalami keterbatasan stok.
Langkah mitigasi itu dilakukan untuk mencegah gangguan pasokan LPG meluas dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pengelola fasilitas, aparat penegak hukum (APH), serta pihak terkait lainnya agar distribusi tetap berjalan aman.
Gangguan operasional terjadi pada Rabu (26/8). Kondisi tersebut dipengaruhi kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa.
Situasi itu berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas pengisian LPG. Akibatnya, proses pengisian skid tank LPG untuk sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) di Banyuwangi dan Situbondo turut terdampak.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran LPG di kedua wilayah tersebut.
“Pertamina terus memantau stok dan penyaluran LPG di Banyuwangi dan Situbondo. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan LPG masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad.
Lima SPBE Mengalami Keterbatasan Stok
Berdasarkan pemantauan sementara Pertamina, terdapat delapan SPBE yang melayani kebutuhan LPG masyarakat di wilayah Banyuwangi dan Situbondo.
Dari jumlah tersebut, lima SPBE mengalami keterbatasan stok. Kondisi ini menjadi perhatian karena apabila pasokan baru belum dapat diterima dalam waktu dekat, pelayanan kepada masyarakat berpotensi ikut terdampak.
Pertamina kemudian melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar aktivitas pengisian skid tank dapat segera kembali normal.
Koordinasi juga dilakukan dengan APH untuk mendukung kelancaran sekaligus menjaga keamanan proses distribusi LPG.
Bagi Pertamina, kondisi akses menuju fasilitas menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhitungkan. Sebab, kelancaran rantai pasok LPG tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga kesiapan armada dan akses distribusi.
Pertamina Siapkan Distribusi Alternatif
Untuk menjaga pasokan tetap bergerak, Pertamina Patra Niaga menyiapkan skenario distribusi alternatif.
Skema tersebut disusun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai ketersediaan armada, stok LPG di masing-masing SPBE, hingga kondisi akses jalan yang dapat digunakan.
“Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran LPG tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi,” tambah Ahad.
Dengan skenario tersebut, distribusi dapat disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan kondisi lapangan.
Pertamina juga terus mengevaluasi stok di SPBE dan kebutuhan masyarakat. Strategi penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi operasional fasilitas pengisian maupun akses menuju titik distribusi.
Mitigasi Diperkuat hingga Kondisi Normal
Pertamina Patra Niaga memastikan langkah mitigasi akan terus diperkuat selama kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal.
Evaluasi dilakukan untuk menjaga keandalan rantai pasok sekaligus mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi stok maupun akses distribusi di Banyuwangi dan Situbondo.
Pertamina juga berharap situasi yang terjadi dapat segera mereda dan kembali kondusif. Dengan demikian, operasional fasilitas pengisian LPG dapat kembali berjalan normal dan penyaluran kepada masyarakat berlangsung seperti biasa.
Intinya, gangguan akses fasilitas pengisian LPG PT MMP Bosowa telah menekan stok di lima dari delapan SPBE di Banyuwangi dan Situbondo. Pertamina merespons dengan koordinasi, pemantauan stok, serta menyiapkan jalur distribusi alternatif agar kebutuhan LPG masyarakat tetap terjaga. (*)
Editor : Ali Sodiqin