RADAR BANYUWANGI – Hobi mengejar layangan putus di area persawahan Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mulai membuat petani kehilangan kesabaran. Tanaman padi dan jagung rusak terinjak pemburu layangan, sementara senar yang tercecer di sawah juga mengancam keselamatan petani. Tak ingin kerusakan semakin meluas, petani memasang belasan banner larangan bermain layang-layang di kawasan persawahan, Jumat (28/8).
Banner tersebut dipasang di sejumlah titik kawasan persawahan Dusun Krajan 1 dan Krajan 2. Langkah itu menjadi bentuk peringatan kepada warga agar tidak lagi menjadikan lahan pertanian sebagai arena berburu layangan putus.
Ponimin, salah seorang petani sekaligus pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Kembiritan, mengatakan tanaman padi yang baru selesai ditanam dan jagung yang tengah tumbuh menjadi korban aktivitas tersebut.
Tanaman rusak setelah warga beramai-ramai masuk ke area persawahan ketika mengejar layangan yang putus. Jika dibiarkan, kondisi itu dikhawatirkan membuat petani mengalami kerugian lebih besar.
"Rusak semua. Kalau tidak dicegah dari sekarang, kami terancam rugi besar," keluh Ponimin.
Petani asal Dusun Krajan 1 itu menyebut aktivitas bermain layang-layang di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar sebulan terakhir. Hampir setiap hari, area persawahan ramai didatangi warga yang mengejar layangan putus.
Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga ikut berburu layangan yang jatuh. Mereka terkadang masuk ke tengah lahan tanpa memperhatikan tanaman yang sedang tumbuh.
"Setiap hari ramai sekali, dari anak-anak sampai yang dewasa tumplek blek di sini," ungkapnya sembari merapikan sisa-sisa gulungan senar di pematang sawah.
Kerusakan tidak hanya terjadi karena tanaman terinjak. Daun tanaman jagung juga banyak yang robek akibat terkena gesekan senar layangan yang tercecer di area persawahan.
Bagi petani, keberadaan senar tersebut juga menjadi persoalan tersendiri. Senar layangan yang tertinggal di pematang maupun lahan pertanian dapat melukai orang yang sedang bekerja.
Ponimin bahkan mengaku pernah mengalami luka pada kaki saat menggarap sawah karena terkena senar layangan.
"Senar itu tajam sekali, bikin daun padi dan jagung sobek. Bahkan kaki saya sendiri sampai terluka akibat tergores senar saat menggarap sawah," pungkasnya.
Petani berharap pemasangan belasan banner larangan tersebut dapat membuat warga memahami dampak aktivitas bermain layang-layang di area persawahan. Lahan pertanian bukan hanya tempat bermain, tetapi sumber penghidupan petani yang tanaman di dalamnya membutuhkan perlindungan hingga masa panen. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin