RADAR BANYUWANGI – RockawayX sedang membidik dana sekitar USD150 juta atau sekitar Rp2,4 triliun untuk membangun hedge fund kripto baru. Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan investasi kripto tersebut, dari taruhan modal ventura berjangka panjang menuju perdagangan token likuid dan saham publik yang berkaitan dengan industri kripto.
Rencana tersebut mencuat setelah RockawayX mengakuisisi Relayer Capital, perusahaan yang selama ini mengembangkan strategi investasi pada aset kripto likuid. Akuisisi itu sekaligus membawa pendiri Relayer Capital, Austin Barack, ke dalam jajaran RockawayX dan menjadi bagian penting dari ekspansi bisnis baru tersebut.
RockawayX disebut mengelola aset sekitar USD2 miliar melalui berbagai lini usaha, mulai venture capital, kredit, validator hingga bisnis likuiditas. Dengan hedge fund anyar ini, perusahaan ingin lebih agresif menyasar strategi investasi yang bisa diperdagangkan dalam jangka lebih pendek dan menarik minat investor institusional.
Beralih dari Taruhan Jangka Panjang
Perubahan arah tersebut mencerminkan perkembangan bisnis RockawayX. Selama ini, perusahaan lebih dikenal sebagai investor di sektor venture kripto yang membutuhkan horizon investasi relatif panjang.
Kini pendekatannya mulai bergeser.
Strategi baru akan berfokus pada token yang diperdagangkan secara aktif serta saham perusahaan publik terkait kripto. Model tersebut memungkinkan manajer investasi mengambil posisi long maupun short untuk mengejar keuntungan dari perbedaan valuasi sekaligus mengelola eksposur terhadap pergerakan pasar secara lebih luas.
David Shang juga telah direkrut untuk menangani aset likuid dan bisnis real-money gaming. Perekrutan tersebut memperkuat indikasi bahwa RockawayX tengah memperluas portofolionya ke strategi yang lebih aktif dan likuid.
Bagi investor institusional, karakter seperti itu menjadi daya tarik tersendiri. Dana dapat ditempatkan pada instrumen yang lebih mudah diperdagangkan dibandingkan investasi venture yang biasanya membutuhkan waktu lebih panjang untuk menghasilkan exit.
Klaim Return 70 Persen Jadi Sorotan
Salah satu alasan yang membuat strategi Relayer Capital menarik perhatian adalah catatan kinerjanya.
Sejumlah laporan menyebut strategi likuid Relayer menghasilkan return sekitar 70 persen secara net year-to-date. Angka tersebut juga disebut mengungguli keranjang berbobot sama Bitcoin, Ethereum, dan Solana sebesar sekitar 86 persen per 21 Agustus.
Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan hati-hati.
Kinerja itu belum diaudit secara independen dan rincian lengkapnya belum dipublikasikan, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai ukuran kinerja resmi yang sepenuhnya terverifikasi.
Austin Barack sendiri disebut tetap memimpin tim yang diakuisisi. Fokus investasinya diarahkan pada token dan saham terkait kripto yang dinilai mengalami valuasi rendah.
Pandangan tersebut bertumpu pada keyakinan bahwa sebagian bisnis kripto yang sudah memiliki pendapatan riil masih dihargai tidak efisien oleh pasar.
Mengapa RockawayX Memilih Sekarang?
Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, manajemen RockawayX menilai kondisi pasar saat ini membuka ruang bagi pengelola investasi aktif.
Barack bahkan melihat tanda-tanda bahwa pasar kripto telah melewati titik terburuknya. Ia membandingkan situasi tersebut dengan periode setelah pasar bearish sebelumnya, ketika sejumlah aset mengalami re-rating dan kenaikan valuasi.
Jika pandangan itu terbukti, strategi long-short dapat memberikan ruang bagi pengelola dana untuk mengambil keuntungan bukan hanya ketika harga naik, tetapi juga ketika terdapat aset yang dinilai terlalu mahal.
Namun, strategi tersebut juga membawa risiko yang lebih kompleks. Pergerakan harga token sangat volatil, sedangkan posisi short dapat memperbesar potensi kerugian ketika arah pasar bergerak berlawanan dari perkiraan.
Ada Angka yang Belum Seragam
Di balik ekspansi tersebut, terdapat sejumlah angka mengenai produk RockawayX yang dilaporkan secara berbeda oleh media.
Crypto Briefing, misalnya, melaporkan total value locked atau TVL pada vault RockawayX sekitar USD100 juta. Sementara itu, Forbes menyebut jumlah deposit berada di atas USD200 juta.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa skala masing-masing produk dan definisi aset yang dihitung perlu diperjelas sebelum angka-angka tersebut dibandingkan secara langsung.
RockawayX juga menghadapi persoalan hukum yang masih berjalan terkait Solmate. Dalam perkara tersebut, terdapat tuduhan dari pihak Solmate mengenai pernyataan yang dianggap menyesatkan serta persoalan laporan keuangan dalam rangkaian pembicaraan transaksi.
Tuduhan tersebut merupakan bagian dari sengketa hukum dan bukan putusan pengadilan yang telah menetapkan kesalahan RockawayX.
Pertaruhan Besar di Tengah Perubahan Industri
Target penghimpunan dana USD150 juta akhirnya menjadi ujian penting bagi RockawayX.
Jika berhasil, hedge fund tersebut akan menjadi langkah nyata perusahaan untuk masuk lebih dalam ke bisnis pengelolaan aset kripto likuid dan strategi bergaya hedge fund. Akuisisi Relayer Capital memberi RockawayX tim serta pengalaman yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi tersebut.
Lebih luas lagi, langkah ini memperlihatkan perubahan lanskap industri kripto. Perusahaan venture capital tidak lagi hanya mengandalkan investasi pada startup dan proyek blockchain tahap awal. Sebagian mulai memperluas bisnis ke produk yang lebih likuid dan menyerupai pengelolaan aset tradisional.
Bagi RockawayX, peluangnya memang besar. Tetapi tantangannya juga tak kalah nyata: membuktikan kinerja investasi, menghimpun USD150 juta, menjaga kepercayaan investor institusional, serta menghadapi sengketa hukum yang masih berlangsung.
Dengan demikian, ekspansi hedge fund bukan sekadar peluncuran produk baru. Bagi RockawayX, ini merupakan pertaruhan apakah strategi investasi kripto yang lebih aktif mampu menjadi mesin pertumbuhan berikutnya. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : RockawayX