RADAR BANYUWANGI - Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Banyuwangi mengalami perubahan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Berdasarkan data rata-rata harga di tingkat konsumen pada empat pasar, yakni Pasar Banyuwangi, Pasar Blambangan, Pasar Jajag, dan Pasar Rogojampi, beberapa komoditas tercatat naik, sementara sebagian lainnya turun.
Pergerakan paling terlihat terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, telur, minyak goreng, dan ikan segar.
Pada saat yang sama, harga beras dan daging sapi cenderung mengalami penurunan tipis hingga moderat.
Harga cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang meningkat.
Harganya naik dari Rp53.800 menjadi Rp54.750 per kilogram atau bertambah Rp950, setara 1,77 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang bergerak dari Rp22.400 menjadi Rp23.250 per kilogram, naik Rp850 atau 3,79 persen.
Sebaliknya, cabai merah keriting turun Rp500 dari Rp28.000 menjadi Rp27.500 per kilogram.
Pola serupa juga terlihat pada sejumlah komoditas sayuran, seperti wortel dan buncis, yang masing-masing turun 2,03 persen dan 2,08 persen.
Telur ayam ras ikut naik
Perubahan harga juga terjadi pada kelompok telur.
Telur ayam ras naik Rp650 menjadi Rp25.250 per kilogram dari sebelumnya Rp24.600.
Persentase kenaikannya mencapai 2,64 persen.
Sementara harga telur ayam kampung tetap Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah naik dari Rp26.400 menjadi Rp27.000 per kilogram atau bertambah Rp600.
Bawang putih juga meningkat Rp450 menjadi Rp29.250 per kilogram.
Kenaikan cukup besar terjadi pada minyak goreng curah.
Komoditas ini naik Rp800 dari Rp21.200 menjadi Rp22.000 per kilogram, atau meningkat 3,77 persen.
Minyak goreng kemasan premium justru turun Rp200 menjadi Rp23.000 per liter.
Harga ikan segar menunjukkan kenaikan lebih kuat
Kelompok ikan segar mencatat kenaikan yang relatif menonjol.
Harga ikan kembung naik dari Rp44.000 menjadi Rp47.500 per kilogram atau 7,95 persen.
Ikan tuna mengalami kenaikan terbesar secara persentase, dari Rp54.400 menjadi Rp60.000 per kilogram, bertambah Rp5.600 atau 10,29 persen.
Ikan cakalang juga naik 6,25 persen menjadi Rp42.500 per kilogram.
Sementara ikan bandeng berada di Rp35.000 per kilogram dan ikan tongkol menjadi Rp34.250 per kilogram.
Dalam data harga rata-rata Kabupaten Banyuwangi, juga tercatat kenaikan harga kol atau kubis sebesar 6,06 persen, tomat merah 5,47 persen, serta ketela pohon 6,25 persen.
Beras relatif stabil dan daging sapi turun
Di kelompok beras, harga premium turun tipis dari Rp14.880 menjadi Rp14.875 per kilogram.
Beras medium turun lebih besar, yakni Rp50 menjadi Rp12.250 per kilogram.
Harga daging sapi paha belakang juga turun dari Rp146.000 menjadi Rp145.000 per kilogram.
Sementara daging ayam ras tidak berubah dan tetap Rp40.000 per kilogram.
Data lokal tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga di Banyuwangi tidak seragam.
Sebagian bahan pokok mengalami kenaikan, tetapi sejumlah komoditas lain justru turun atau bertahan.
Dibandingkan harga pangan nasional
Sebagai pembanding, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah secara nasional sebesar Rp81.800 per kilogram.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga cabai rawit merah di Banyuwangi yang berada di Rp54.750 per kilogram.
PIHPS juga mencatat telur ayam ras secara nasional sebesar Rp28.860 per kilogram, sedangkan rata-rata harga di Banyuwangi mencapai Rp25.250 per kilogram.
Untuk cabai merah besar, PIHPS mencatat harga nasional Rp55.150 per kilogram, sedangkan harga di Banyuwangi Rp23.250 per kilogram.
Cabai merah keriting secara nasional berada di Rp61.600 per kilogram, sementara di Banyuwangi Rp27.500 per kilogram.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga komoditas di tingkat daerah dapat berada di bawah rata-rata nasional, meski arah pergerakannya tetap perlu dipantau dari hari ke hari.
Bagi konsumen, perubahan harian tersebut menjadi gambaran penting untuk mengatur belanja rumah tangga.
Sementara bagi pedagang dan pelaku usaha, dinamika harga dapat menjadi indikator untuk menyesuaikan stok dan strategi pembelian komoditas.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara, siskaperbapo.jatimprov.go.id