RADAR BANYUWANGI – Harga sapi yang masih tinggi membuat aktivitas jual-beli ternak di Pasar Hewan Rogojampi, Banyuwangi, melambat. Jumlah sapi yang biasanya mencapai sekitar 100 ekor setiap hari pasaran turun menjadi 75 ekor pada Rabu (26/8), sementara transaksi juga terpantau lebih sepi.
Kondisi pasar hewan yang berada di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, itu tak hanya dipengaruhi harga sapi. Sejumlah perayaan hari besar yang masih berlangsung turut diduga membuat aktivitas perdagangan ternak belum kembali normal.
Petugas Pasar Hewan Rogojampi Eko Baihaqi mengatakan, suasana pasar pada hari pasaran tersebut relatif sepi. Dari kondisi normal sekitar 100 ekor sapi yang masuk untuk diperjualbelikan, jumlahnya kemarin hanya sekitar 75 ekor.
“Masih banyak perayaan hari besar jadi kondisi pasar anyep (sepi),” ujar Eko.
Menurut dia, harga sapi yang tergolong tinggi menjadi salah satu faktor yang turut menahan aktivitas jual-beli. Kondisi tersebut membuat pedagang maupun calon pembeli harus lebih selektif dalam melakukan transaksi.
Untuk sapi bibit atau pedet, misalnya, harganya kini berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta per ekor. Sementara sapi yang sudah besar dibanderol mulai Rp19 juta, bahkan lebih, bergantung pada kondisi fisik dan kualitas hewan.
“Sedangkan harga sapi yang sudah besar mencapai Rp19 juta ke atas, tergantung kondisi hewannya,” terang Eko.
Kambing Ikut Sepi
Tak hanya perdagangan sapi yang melambat. Aktivitas jual-beli kambing di Pasar Hewan Rogojampi juga terpantau minim.
Eko menyebut, pada hari pasaran tersebut hanya sekitar 30 ekor kambing yang datang. Jumlah itu menunjukkan perdagangan ternak kecil juga belum seramai kondisi normal.
“Kambing juga sepi, hanya ada sekitar 30 ekor yang datang,” tandasnya.
Berbeda dengan sapi, harga kambing dan domba justru relatif stabil. Salah satu pedagang kambing, Sofyan, menyebut harga ternak jenis tersebut masih berada di kisaran Rp700 ribu hingga Rp1 juta per ekor.
Menurut dia, kambing dan domba jenis biasa masih mudah dijangkau pembeli. Bahkan, dengan uang sekitar Rp1 juta, pembeli sudah bisa mendapatkan kambing yang siap untuk disembelih.
“Untuk kambing dan domba jenis biasa memang harganya miring, Rp1 juta sudah bisa bawa pulang yang siap sembelih,” pungkas Sofyan.
Kondisi Pasar Hewan Rogojampi tersebut menunjukkan perdagangan ternak masih menghadapi tekanan dari tingginya harga sapi dan minimnya aktivitas transaksi selama rangkaian perayaan hari besar. Jika harga sapi tetap bertahan tinggi, pedagang perlu menghadapi pasar yang lebih selektif dan volume transaksi yang belum sepenuhnya pulih. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin