IHSG Dibuka Menguat 0,08 Persen, Investor Cermati Sentimen Global dan Domestik Hari Ini

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Investor mencermati sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar saham pada perdagangan Rabu (26/8). (ChatGPT)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Investor mencermati sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pasar saham pada perdagangan Rabu (26/8). (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (26/8) berpotensi bergerak variatif.

Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen dari pasar global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah indeks sepanjang sesi perdagangan.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14.

Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan yang tercermin melalui indeks LQ45.

Indeks tersebut naik 0,62 poin atau 0,10 persen menjadi 642,57.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai posisi IHSG masih memberikan ruang bagi indeks untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level teknikal tertentu.

“IHSG telah bertahan di atas 6.462,35, sehingga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 6.601,98, dengan resistance berikutnya di sekitar 6.723,32,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut dia, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.

Apabila IHSG turun kembali di bawah 6.462,35, indeks berpotensi menguji level 6.425,22 dan selanjutnya 6.350,05 yang menjadi area support berikutnya.

Dari pasar internasional, investor menyoroti meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Kanada diketahui mengumumkan tarif balasan hingga 50 persen terhadap barang asal AS dengan nilai mencapai hampir 28 miliar dolar AS.

Hubungan AS dan Iran juga menjadi perhatian karena langkah Washington membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan global berpotensi mendorong permintaan terhadap aset yang dinilai lebih aman atau safe haven.

Meski demikian, kabar mengenai pembahasan Iran dan Oman untuk membentuk koridor maritim sementara di Selat Hormuz membantu meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan gangguan pasokan energi.

Pelaku pasar global juga cenderung mengambil sikap positif, namun tetap berhati-hati.

Perhatian investor berikutnya tertuju pada data inflasi AS serta pernyataan pejabat bank sentral AS atau The Federal Reserve.

Saham teknologi dan semikonduktor di Amerika Serikat kembali mengalami rebound.

Kondisi itu menunjukkan sebagian investor mulai mengambil posisi setelah aksi jual sebelumnya.

Namun, tingginya ekspektasi terhadap kinerja Nvidia juga membuka risiko pola buy the rumor, sell the news.

Di Asia, prospek kebijakan suku bunga Bank of Japan (BoJ) turut menjadi perhatian.

Mantan anggota dewan BoJ Seiji Adachi memperkirakan bank sentral Jepang berpotensi menaikkan suku bunga pada bulan berikutnya dan kembali melakukan kenaikan paling cepat pada Januari 2026.

Sentimen Domestik dan Evaluasi Indeks BEI

Dari dalam negeri, Bursa Efek Indonesia telah melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham pada Senin (24/8). 

Hasil evaluasi tersebut mulai berlaku pada 1 September 2026, dengan periode efektif yang menyesuaikan dengan jenis masing-masing indeks.

Indeks yang masuk dalam evaluasi antara lain ABX, DBX, MBX, IDXVESTA28, ECONOMIC30, SRI-KEHATI, ESGQKEHATI, ESGSKEHATI, Investor33, ISSI, JII, JII70, IDXSHAGROW, dan IDXMESBUMN.

Sentimen sosial dan politik domestik juga berpotensi memengaruhi volatilitas pasar.

Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) dijadwalkan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8), mulai pukul 14.00 WIB.

Massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil.

Liza mengatakan kondisi sosial politik perlu diperhatikan terutama apabila aksi berkembang menjadi eskalasi yang lebih besar atau mengganggu aktivitas ekonomi.

“Aksi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar domestik apabila berkembang menjadi eskalasi sosial atau mengganggu aktivitas ekonomi, meski dampaknya diperkirakan terbatas apabila berlangsung tertib,” kata Liza.

Sementara itu, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai menjalankan mandat sebagai intermediary tunggal dalam tata kelola ekspor tiga komoditas sumber daya alam strategis, yakni batubara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferroalloy.

Total nilai ekspor ketiga komoditas tersebut diperkirakan mendekati 70 miliar dolar AS.

DSI akan menjalankan fungsi verifikasi yang mencakup kuantitas, kualitas, klasifikasi, harga, pembayaran, hingga repatriasi devisa.

Lembaga tersebut juga akan mengintegrasikan data dari tujuh kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi under-invoicing dan transfer pricing.

Portal eksportir ditargetkan mulai diluncurkan pada September 2026.

Sementara itu, evaluasi terhadap model intermediary dijadwalkan dilakukan menjelang 1 Januari 2027.

Bursa Global dan Asia Bergerak Positif

Pergerakan bursa global turut memberikan gambaran sentimen yang cenderung positif.

Pada perdagangan Selasa (25/8), mayoritas bursa saham Eropa menguat.

Euro Stoxx 50 naik 0,15 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,29 persen, dan DAX Jerman naik 0,61 persen.

Sementara CAC 40 Prancis melemah 0,16 persen.

Di Amerika Serikat, Wall Street ditutup kompak menguat.

S&P 500 naik 0,30 persen ke level 7.675,54, Nasdaq Composite menguat 0,70 persen menjadi 26.151,30, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,30 persen ke 53.577,17.

Penguatan juga terlihat di sebagian besar bursa regional Asia pada perdagangan pagi.

Nikkei naik 0,31 persen ke 66.063,00, Shanghai menguat 0,39 persen ke 3.904,4, Kospi naik 0,73 persen ke 6.792,41, dan Hang Seng bertambah 0,94 persen ke 25.751,81.

Sementara Straits Times melemah 0,21 persen ke 5.723,26.

Dengan kombinasi sentimen eksternal dan domestik tersebut, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Rabu (26/8) diperkirakan tetap dinamis.

Investor akan mencermati kemampuan indeks mempertahankan level support sekaligus merespons perubahan sentimen global yang masih bergerak cepat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Pasar Saham investasi ihsg ekonomi indonesia bursa efek indonesia