Swayasa Prakasa Siap IPO, Target Himpun Dana Rp45,22 Miliar dari Pasar Modal Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:55 WIB
PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), anak usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri yang merupakan perusahaan holding dan investasi UGM, menargetkan dana Rp45,22 miliar melalui IPO. (Wikimedia Commons)
PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), anak usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri yang merupakan perusahaan holding dan investasi UGM, menargetkan dana Rp45,22 miliar melalui IPO. (Wikimedia Commons)

RADAR BANYUWANGI - PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), perusahaan yang berada di bawah kendali PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group), perusahaan holding dan investasi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersiap mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam aksi korporasi tersebut, Swayasa Prakasa menargetkan perolehan dana hingga Rp45,22 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (24/8), perseroan akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada masyarakat.

Jumlah saham yang ditawarkan tersebut setara dengan maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO.

Pada tahap bookbuilding yang berlangsung 24-27 Agustus 2026, perseroan menetapkan kisaran harga penawaran awal Rp130-Rp140 per saham.

"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000,” ujar Manajemen Swayasa Prakasa dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta.

Rangkaian proses IPO kemudian dilanjutkan dengan masa penawaran umum perdana saham pada 2-8 September 2026.

Penjatahan saham dijadwalkan berlangsung pada 8 September, sedangkan distribusi saham kepada investor dilakukan pada 9 September 2026.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, saham SWAP akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 September 2026.

Dana Segar untuk Modal Kerja dan Pengembangan Usaha

Manajemen Swayasa Prakasa telah menetapkan rencana penggunaan dana hasil IPO.

Sekitar Rp15,8 miliar akan digunakan sebagai modal kerja.

Alokasi tersebut antara lain diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.

Selanjutnya, sekitar Rp12,2 miliar akan diperuntukkan bagi belanja modal.

Sementara itu, sekitar Rp12 miliar akan digunakan untuk memenuhi kewajiban perseroan kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri (GMUM) dan Yayasan Universitas Gadjah Mada (YUGM).

Dalam pelaksanaan penawaran umum perdana saham ini, Swayasa Prakasa menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Gama Multi Group Masih Menjadi Pemegang Saham Pengendali

Dari sisi struktur kepemilikan, PT Gama Multi Usaha Mandiri tetap menjadi pemegang saham pengendali Swayasa Prakasa.

Sebelum IPO, Gama Multi Group tercatat memiliki 721.898.050 saham atau sekitar 97,16 persen.

Universitas Gadjah Mada tercatat memiliki 20.009.190 saham atau sekitar 2,693 persen.

Sementara itu, PT Radio Swara Gadjah Mada menguasai 549.920 saham atau 0,074 persen, sedangkan Bondan Ardiningtyas memiliki 542.840 saham atau 0,073 persen.

Struktur kepemilikan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan Swayasa Prakasa dengan ekosistem UGM.

Perseroan sejak awal memang dibentuk sebagai sarana untuk membawa hasil penelitian perguruan tinggi ke tahap komersialisasi.

Bergerak di Industri Produk Kesehatan Berbasis Riset

Swayasa Prakasa menjalankan kegiatan usaha di sektor industri manufaktur produk kesehatan berbasis riset.

Pengembangan bisnis dilakukan secara bertahap melalui pembentukan sejumlah unit usaha strategis.

Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Swayasa Prakarsa No. 09 tanggal 12 Januari 2012.

Kegiatan komersial perusahaan mulai berjalan pada 2014.

Sejak didirikan, Swayasa Prakasa diarahkan sebagai bagian dari proses hilirisasi hasil riset UGM.

Konsep tersebut menempatkan hasil penelitian dan inovasi tidak hanya sebagai produk akademik, tetapi juga sebagai dasar pengembangan produk industri yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Rencana IPO menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan perusahaan.

Tambahan modal yang dihimpun dari pasar modal diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, kebutuhan belanja modal, serta penguatan struktur keuangan perseroan.

Bagi masyarakat umum, langkah Swayasa Prakasa juga memperlihatkan bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat diarahkan menuju kegiatan industri melalui proses komersialisasi dan hilirisasi.

Dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia yang ditargetkan pada September 2026, perusahaan akan memasuki tahap baru sebagai entitas terbuka.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Swayasa Prakasa IPO UGM Gama Multi Group saham SWAP bursa efek indonesia