Hunian Vertikal Manggarai Mulai Dibangun, KAI Siapkan 3.784 Unit bagi Masyarakat Berpenghasilan Rend

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai menandai dimulainya pembangunan 3.784 unit hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Jakarta Smart City)
Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai menandai dimulainya pembangunan 3.784 unit hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (Jakarta Smart City)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memulai pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan aset perusahaan sekaligus mendukung program pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah rakyat.

Proyek tersebut resmi dimulai melalui groundbreaking yang menandai pemanfaatan lahan strategis milik KAI untuk menghadirkan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Konsep pembangunan mengusung prinsip Transit Oriented Development (TOD), sehingga kawasan tempat tinggal dirancang terintegrasi dengan akses transportasi publik.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan Hunian Manggarai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pemanfaatan aset perusahaan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Bobby.

Hunian Manggarai dibangun di kawasan yang mencakup Blok G, Blok F, dan Blok H dengan luas lahan sekitar 2,2 hektare.

Proyek tersebut dirancang untuk menghasilkan 3.784 unit hunian yang tersebar di delapan tower.

Selain tempat tinggal, kawasan ini juga dilengkapi 150 unit ritel untuk mendukung kebutuhan aktivitas warga.

KAI menerapkan tiga prinsip utama dalam pembangunan proyek tersebut, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Prinsip kelayakan mencakup pemenuhan aspek keselamatan, kualitas, kenyamanan, serta fungsi utama hunian.

Sementara itu, aspek keterjangkauan disesuaikan dengan skema yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Bobby, penyediaan rumah yang berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pemerintah.

Karena itu, pembangunan Hunian Manggarai diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional tersebut.

Dari sisi konsep kawasan, lokasi Manggarai dinilai strategis karena terhubung dengan jaringan transportasi umum.

Pendekatan TOD memungkinkan hunian dikembangkan lebih dekat dengan simpul mobilitas masyarakat, sehingga akses menuju berbagai tujuan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Pembangunan proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan.

Dalam pelaksanaannya, KAI menegaskan bahwa keselamatan operasional kereta api tetap menjadi prioritas.

Pengembangan kawasan harus dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan kegiatan perkeretaapian di lingkungan Manggarai.

KAI juga memastikan hunian tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Selain penerima manfaat, perusahaan menekankan pentingnya tata kelola yang baik agar pembangunan dan pengelolaan aset berlangsung secara bertanggung jawab.

Groundbreaking Hunian Manggarai turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pengembangan hunian vertikal di kawasan strategis perkeretaapian ini menunjukkan bahwa aset transportasi tidak hanya dapat digunakan untuk menunjang operasional, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari solusi kebutuhan perumahan masyarakat.

Melalui pendekatan TOD, pembangunan diharapkan dapat menggabungkan kebutuhan tempat tinggal dengan kemudahan akses transportasi publik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Transit Oriented Development Hunian Manggarai tiga juta rumah rakyat hunian terjangkau KAI