Harga Pangan Banyuwangi Jumat 21 Agustus 2026: Cabai Rawit Naik, Beras Medium Justru Turun

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:05 WIB
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar Banyuwangi tercatat Rp49.000 per kilogram pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Pexels/Anjali Paarol)
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar Banyuwangi tercatat Rp49.000 per kilogram pada Jumat, 21 Agustus 2026. (Pexels/Anjali Paarol)

RADAR BANYUWANGI - Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Banyuwangi mengalami pergerakan beragam pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Berdasarkan data rata-rata harga di tingkat konsumen yang dihimpun dari Pasar Genteng I, Pasar Banyuwangi, Pasar Jajag, dan Pasar Blambangan pada pukul 08.56 WIB, terdapat komoditas yang mengalami kenaikan, penurunan, maupun tetap stabil.

Pergerakan paling terlihat terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai rawit merah naik dari Rp48.200 menjadi Rp49.000 per kilogram atau meningkat Rp800, setara 1,66 persen.

Cabai merah keriting juga naik cukup tinggi, dari Rp27.500 menjadi Rp30.000 per kilogram atau bertambah Rp2.500 atau 9,09 persen.

Sebaliknya, harga cabai merah besar justru turun dari Rp25.400 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Penurunan tersebut mencapai Rp1.400 atau 5,51 persen.

Sementara itu, berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah secara nasional berada pada Rp69.200 per kilogram.

Pada waktu pencatatan yang sama, cabai merah besar berada di Rp49.200 per kilogram dan cabai merah keriting Rp51.550 per kilogram.

Perbedaan antara harga rata-rata nasional dan Banyuwangi menunjukkan bahwa harga di daerah dapat berada pada level yang berbeda, antara lain karena kondisi pasokan, distribusi, serta karakteristik masing-masing pasar.

Pada komoditas beras, harga di Banyuwangi justru relatif stabil dengan kecenderungan turun.

Beras premium turun tipis dari Rp14.880 menjadi Rp14.875 per kilogram, atau berkurang Rp5.

Sementara beras medium turun Rp50 dari Rp12.300 menjadi Rp12.250 per kilogram.

Data PIHPS nasional menunjukkan harga beras berada pada level yang lebih tinggi menurut klasifikasinya.

Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.850 per kilogram, bawah II Rp14.650, medium I Rp16.500, medium II Rp16.300, super I Rp17.750, dan super II Rp17.250 per kilogram.

Pada kelompok minyak goreng, perubahan harga di Banyuwangi cukup beragam.

Minyak goreng curah naik Rp50 menjadi Rp21.250 per kilogram.

Minyak goreng kemasan premium turun Rp200 menjadi Rp23.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana turun Rp600 menjadi Rp19.000 per liter.

Harga MINYAKITA tetap Rp15.700 per liter.

Untuk komoditas protein hewani, harga juga cenderung turun.

Daging ayam ras turun dari Rp38.800 menjadi Rp38.500 per kilogram.

Harga daging sapi paha belakang turun Rp1.000 menjadi Rp145.000 per kilogram.

Telur ayam ras juga turun Rp100 menjadi Rp23.500 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung tetap Rp40.000 per kilogram.

Secara nasional, PIHPS mencatat harga daging ayam ras segar Rp41.900 per kilogram, daging sapi kualitas I Rp151.400 per kilogram, daging sapi kualitas II Rp142.400 per kilogram, dan telur ayam ras Rp29.250 per kilogram.

Pergerakan juga terlihat pada komoditas bumbu dapur.

Harga bawang merah di Banyuwangi naik dari Rp26.200 menjadi Rp26.500 per kilogram.

Sebaliknya, bawang putih turun dari Rp28.800 menjadi Rp28.500 per kilogram.

Selain pangan pokok, beberapa sayuran mengalami penurunan.

Harga kentang turun 2,78 persen menjadi Rp15.750 per kilogram, wortel turun 5,41 persen menjadi Rp14.000, buncis turun 3,51 persen menjadi Rp11.000, kol turun 1,52 persen menjadi Rp6.500, dan tomat merah turun 1,79 persen menjadi Rp5.500 per kilogram.

Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain jagung pipilan kering yang naik 2,78 persen menjadi Rp9.250 per kilogram.

Harga kedelai impor naik 3,10 persen menjadi Rp14.125 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik 2,46 persen menjadi Rp12.500 per kilogram.

Pada kelompok ikan segar, harga tidak bergerak seragam.

Ikan bandeng naik 6,83 persen menjadi Rp36.750 per kilogram, ikan kembung naik 2,27 persen menjadi Rp45.000, tuna naik 2,02 persen menjadi Rp55.500, dan tongkol naik 6,29 persen menjadi Rp35.500.

Sementara itu, ikan cakalang turun 6,25 persen menjadi Rp37.500 per kilogram.

Komoditas yang paling mencolok kenaikannya dalam data Banyuwangi adalah garam beryodium jenis bata, yang tercatat meningkat dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per buah atau naik 42,86 persen.

Namun, kenaikan tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan satuan penjualan yang berbeda dengan sebagian besar komoditas pangan lain.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan cukup besar.

Harga ketela pohon turun 6,25 persen menjadi Rp3.750 per kilogram.

Pada sektor input pertanian, pupuk KCL non-subsidi turun 11,59 persen menjadi Rp6.100 per kilogram, pupuk NPK non-subsidi turun 11,36 persen menjadi Rp9.750, dan pupuk urea non-subsidi turun 7,89 persen menjadi Rp5.600 per kilogram.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi harga pangan Banyuwangi pada 21 Agustus 2026 tidak bergerak dalam satu arah.

Sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari justru menurun, sementara beberapa bahan pangan, terutama cabai dan ikan tertentu, mengalami kenaikan.

Perubahan harga seperti ini menjadi indikator penting untuk mengatur belanja rumah tangga.

Sedangkan, bagi pedagang dan pelaku usaha pangan, informasi harga juga dapat menjadi acuan dalam memperkirakan biaya pengadaan dan menjaga ketersediaan komoditas di pasar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara, siskaperbapo.jatimprov.go.id
harga sembako Banyuwangi harga cabai Banyuwangi harga pangan Banyuwangi harga beras Banyuwangi pasar banyuwangi