RADAR BANYUWANGI - Harga bahan pokok di Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Agustus 2026, secara umum masih relatif stabil. Data harga rata-rata di tingkat konsumen yang bersumber dari Siskaperbapo Provinsi Jawa Timur menunjukkan sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.
Pemantauan dilakukan di lima pasar, yakni Pasar Genteng I, Pasar Banyuwangi, Pasar Blambangan, Pasar Jajag, dan Pasar Rogojampi. Data tercatat pada pukul 10.20 WIB.
Perubahan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai merah keriting turun Rp6.000 per kilogram, dari Rp32.500 menjadi Rp26.500 per kilogram. Penurunan tersebut setara 18,46 persen.
Cabai merah besar juga mengalami penurunan dari Rp27.800 menjadi Rp25.000 per kilogram atau turun Rp2.800, setara 10,07 persen. Sementara harga cabai rawit merah turun Rp1.000 dari Rp49.200 menjadi Rp48.200 per kilogram, atau berkurang 2,03 persen.
Bawang merah turut mengalami penurunan tipis. Harga komoditas tersebut berada di Rp26.200 per kilogram, turun Rp600 atau 2,24 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sebaliknya, harga bawang putih Sinco/Honan tetap Rp28.800 per kilogram.
Di kelompok protein hewani, harga daging ayam ras justru naik. Harganya meningkat Rp600 dari Rp38.000 menjadi Rp38.600 per kilogram, atau naik 1,58 persen. Harga daging sapi paha belakang tetap Rp146.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung tercatat Rp89.000 per ekor.
Harga telur ayam ras di Banyuwangi tercatat Rp23.600 per kilogram dan tidak berubah. Telur ayam kampung juga stabil di Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas pangan utama, harga beras premium berada di Rp14.880 per kilogram, sedangkan beras medium Rp12.300 per kilogram. Harga gula kristal putih tercatat Rp17.200 per kilogram. Seluruhnya tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah tetap Rp20.800 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium berada di Rp23.200 per liter, kemasan sederhana Rp19.400 per liter, dan MINYAKITA Rp15.700 per liter. Ketiga harga tersebut juga tercatat stabil.
Sejumlah sayuran justru mengalami kenaikan. Harga kol atau kubis naik Rp200 menjadi Rp6.600 per kilogram atau 3,13 persen. Kentang naik Rp200 menjadi Rp16.200 per kilogram atau 1,25 persen. Tomat merah meningkat Rp400 menjadi Rp5.600 per kilogram, setara 7,69 persen. Harga buncis naik Rp200 menjadi Rp11.400 per kilogram atau 1,79 persen, sedangkan wortel tetap Rp14.800 per kilogram.
Komoditas lain seperti jagung pipilan kering tercatat Rp9.000 per kilogram, kedelai impor Rp13.700 per kilogram, kedelai lokal Rp12.200 per kilogram, serta kacang hijau Rp29.000 per kilogram. Harga-harga tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Untuk ikan segar, harga bandeng berada di Rp34.400 per kilogram, kembung Rp44.000, tuna Rp54.400, tongkol Rp33.400, dan cakalang Rp40.000 per kilogram. Seluruhnya tercatat stabil.
Sementara itu, data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan tingkat harga pangan secara nasional masih berada pada level yang lebih tinggi untuk sejumlah komoditas. Pada data yang dilansir di Jakarta, cabai rawit merah tercatat Rp67.350 per kilogram dan telur ayam ras Rp29.350 per kilogram.
Secara nasional, bawang merah berada di Rp39.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.200 per kilogram. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.800 per kilogram, bawah II Rp14.650 per kilogram, medium I Rp16.500 per kilogram, medium II Rp16.300 per kilogram, super I Rp17.750 per kilogram, dan super II Rp17.250 per kilogram.
PIHPS juga mencatat cabai merah besar Rp49.250 per kilogram, cabai merah keriting Rp51.300 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp56.200 per kilogram. Daging ayam ras segar berada di Rp41.750 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas I dan II masing-masing Rp151.400 dan Rp142.450 per kilogram.
Perbedaan antara angka nasional dan Banyuwangi perlu dilihat sebagai gambaran pada lokasi serta tingkat pengamatan yang berbeda. Data Banyuwangi merepresentasikan harga rata-rata konsumen di lima pasar daerah, sedangkan data PIHPS menunjukkan harga pangan tingkat pedagang eceran secara nasional.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Banyuwangi dapat mencermati komoditas yang mengalami perubahan paling besar, terutama cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, bawang merah, serta daging ayam ras. Pemantauan harga secara berkala penting bagi konsumen maupun pelaku usaha untuk menyesuaikan belanja dan kebutuhan sehari-hari.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara, siskaperbapo.jatimprov.go.id