Curah Hujan Minim, Jagung 100 Hektare di Banyuwangi Tetap Hijau Berkat Sistem Ini

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengunjungi lahan pertanian jagung di Green Farm, Kecamatan Sempu, Selasa (18/8). (Humas Polresta Banyuwangi)
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan mengunjungi lahan pertanian jagung di Green Farm, Kecamatan Sempu, Selasa (18/8). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kemarau panjang yang membuat sejumlah kawasan menghadapi keterbatasan air tak lantas membuat lahan pertanian kehilangan produktivitas. Di Green Farm, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, tanaman jagung seluas sekitar 100 hektare justru tetap tumbuh subur.

Rahasia di balik ketahanan tanaman tersebut adalah ketersediaan air yang dijaga melalui sistem pengairan terintegrasi. Mulai sumur bor, tandon berkapasitas 5.500 liter, hingga sprinkler gun digunakan untuk memastikan tanaman tetap mendapat pasokan air meski hujan minim.

Kondisi lahan tersebut dicek langsung Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan, Senin (18/8). Pengecekan dilakukan untuk memastikan sistem pengairan berjalan optimal dan tanaman tidak terancam gagal panen akibat kekurangan air.

“Kita memastikan sistem pengairannya berjalan dengan baik sehingga tanaman tetap tumbuh dan tidak sampai gagal panen,” ujar Rofiq.

Sumur Bor Jadi Andalan Saat Hujan Minim

Kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi lahan pertanian. Tanpa pasokan air yang cukup, tanaman jagung berisiko mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen.

Karena itu, pengelola Green Farm menyiapkan sumur bor sebagai sumber air. Air yang diperoleh kemudian ditampung dalam sejumlah tandon berkapasitas sekitar 5.500 liter per unit.

Keberadaan tandon tersebut memungkinkan pasokan air tetap tersedia ketika kebutuhan penyiraman meningkat. Sistem itu menjadi salah satu kunci mempertahankan kondisi tanaman di tengah periode kering.

Tak berhenti pada penyediaan sumber air, proses penyiraman juga dibuat lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi sprinkler gun.

Perangkat tersebut mampu menyemburkan air untuk menjangkau area tanaman secara lebih merata. Dengan sistem itu, penyiraman tidak sepenuhnya bergantung pada tenaga manual.

100 Hektare Jagung Dijaga dari Ancaman Gagal Panen

Bagi Polresta Banyuwangi, menjaga tanaman tetap tumbuh bukan sekadar persoalan produktivitas satu lahan. Program tersebut juga berkaitan dengan upaya mendukung ketahanan pangan.

Rofiq mengatakan optimalisasi lahan pertanian menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. Lahan produktif harus terus dijaga agar dapat memberikan hasil maksimal, termasuk ketika menghadapi tantangan musim kemarau.

“Ini bagian dari dukungan kami terhadap Asta Cita Presiden. Ketahanan pangan harus terus kita dorong, termasuk memastikan lahan yang sudah ditanami dapat menghasilkan secara optimal,” tegasnya.

Dengan luasan sekitar 100 hektare, keberlangsungan tanaman jagung di Green Farm diharapkan mampu menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian di Banyuwangi.

Terlebih, persoalan air menjadi salah satu tantangan utama pertanian ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Bukan Hanya Bertahan, Diharapkan Tetap Produktif hingga Panen

Rofiq berharap sistem pengairan yang telah dibangun mampu menjaga kondisi tanaman hingga memasuki masa panen.

Ketersediaan sumur bor, tandon air, dan sprinkler gun menjadi kombinasi yang diharapkan dapat mengurangi risiko tanaman mengalami kekeringan.

“Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan air tidak harus menjadi penghalang untuk menjaga produktivitas pertanian,” harapnya.

Hamparan jagung di Green Farm pun kini menjadi gambaran bahwa pengelolaan sumber air menjadi faktor penting dalam menghadapi musim kemarau. Ketika hujan tak bisa diandalkan, teknologi dan sistem pengairan menjadi penentu agar lahan tetap menghasilkan.

Bagi Banyuwangi yang memiliki sektor pertanian cukup besar, upaya mempertahankan produktivitas saat kemarau bukan hanya menjaga satu kali musim tanam. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari menjaga keberlanjutan pasokan pangan. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Jagung Banyuwangi kemarau Banyuwangi Sprinkler gun Green Farm Ketahanan Pangan