Jelang Endog-Endogan Maulid Nabi SAW, Harga Telur di Pasar Srono Justru Turun

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:30 WIB
JUAL-BELI: warga membeli bahan dapur di Pasar Srono Senin  (17/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
JUAL-BELI: warga membeli bahan dapur di Pasar Srono Senin (17/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad yang biasanya mendongkrak kebutuhan telur untuk tradisi endog-endogan, harga telur ayam ras di Pasar Srono, Banyuwangi, justru bergerak turun. Senin (17/8), harga telur merosot dari Rp 27 ribu menjadi Rp 24 ribu per kilogram.

Penurunan itu cukup menarik perhatian pedagang. Sebab, pada momentum Maulid Nabi, kebutuhan telur masyarakat Banyuwangi biasanya meningkat dan berpotensi mendorong harga naik. Namun, kondisi kali ini justru berbeda.

Tak hanya telur, sejumlah komoditas dapur lain juga mengalami penurunan harga. Bawang merah, bawang putih, dan cabai merah ikut turun. Sebaliknya, harga daging ayam ras dan cabai rawit justru mengalami kenaikan.

Salah satu pedagang Pasar Srono, Kholilah, mengatakan harga telur ayam ras saat ini turun Rp 3 ribu per kilogram dibandingkan harga sebelumnya.

“Harga telur saat ini kemarin turun,” katanya.

Menurut Kholilah, kondisi tersebut cukup berbeda dibandingkan tren harga pada peringatan Maulid Nabi tahun-tahun sebelumnya. Tingginya kebutuhan telur untuk tradisi endog-endogan biasanya membuat harga komoditas tersebut terdongkrak.

“Pernah tembus sampai Rp 30 ribu per kg. Namun saat ini malah turun. Saya kurang paham apa penyebabnya,” ujarnya.

Tradisi endog-endogan sendiri identik dengan peringatan Maulid Nabi di sejumlah wilayah Banyuwangi. Telur menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi tersebut sehingga kebutuhan masyarakat biasanya meningkat menjelang perayaan.

Bawang dan Cabai Merah Ikut Turun

Selain telur, harga sejumlah kebutuhan dapur juga mengalami penurunan di Pasar Srono.

Kholilah menyebut harga bawang merah yang sebelumnya mencapai Rp 40 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Harga bawang putih juga mengalami penurunan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Komoditas cabai merah pun ikut bergerak turun. Harga yang sebelumnya berada di angka Rp 30 ribu per kilogram kini menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Namun, tidak semua komoditas mengalami tren serupa.

Harga cabai rawit justru naik cukup signifikan, dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

“Sedangkan harga cabai rawit naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg,” katanya.

Kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras. Pedagang Pasar Srono lainnya, Sukito, mengatakan harga daging ayam mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 32 ribu menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

“Harga daging ayam naik. Padahal di sini, Pasar Srono, biasanya terkenal murah,” pungkasnya.

Pergerakan harga tersebut membuat kondisi pasar menjelang Maulid Nabi tahun ini cukup berbeda. Saat telur yang biasanya menjadi salah satu komoditas paling diburu untuk kebutuhan tradisi endog-endogan justru turun, beberapa kebutuhan dapur lain seperti cabai rawit dan daging ayam malah bergerak naik. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Tradisi Endog-Endogan pasar srono harga cabai maulid nabi harga telur