HUT ke-81 RI, Ipuk Sebut Ekonomi Banyuwangi Tumbuh 5,65 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Suasana tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu sore (16/8) di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. (Portal Banyuwangi)
Suasana tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu sore (16/8) di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Momen tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. (Portal Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Banyuwangi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus memperkuat tekad membangun daerah. Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fistiandani saat menggelar tasyakuran bersama berbagai elemen masyarakat, Minggu sore (16/8).

Tasyakuran tersebut dihadiri oleh para pejuang veteran kemerdekaan beserta keluarga. Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, lintas instansi vertikal, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan organisasi keagamaan dan sosial, hingga perwakilan perbankan.

Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan penghormatan kepada para veteran yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pejuang dan veteran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” ujar Ipuk.

Menurut dia, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak lahir secara instan. Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan melalui pembangunan yang relevan dengan tantangan zaman.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Karena itu, tugas kita bukan hanya mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi melanjutkan perjuangan tersebut dengan mengisi kemerdekaan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman, salah satunya bersama-sama membangun dan memajukan daerah,” imbuhnya.

Rangkaian tasyakuran diawali dengan sholawatan, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Banyuwangi, Muhaimin Asmuni. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh DR. H. Rizal Mumazziq Z.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat acara ditutup dengan makan nasi tumpeng. Ipuk menyerahkan potongan tumpeng kepada perwakilan veteran yang hadir sebagai simbol penghormatan sekaligus ungkapan syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

Ipuk juga mengingatkan bahwa tantangan mengisi kemerdekaan pada masa kini tidak semakin ringan. Ketidakpastian geopolitik, konflik di berbagai kawasan, perubahan kebijakan perdagangan, gejolak harga energi dan pangan, hingga gangguan rantai pasok global menjadi tantangan yang perlu diantisipasi bersama.

“Karena itu, Banyuwangi harus semakin adaptif, inovatif, dan kuat dalam membangun sumber daya manusia,” kata Ipuk.

Di tengah situasi global tersebut, Banyuwangi dinilai tetap menunjukkan sejumlah indikator pembangunan yang positif. Berdasarkan data yang disampaikan Ipuk, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 mencapai 5,65 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional sebesar 5,11 persen.

Sejumlah indikator sosial ekonomi lainnya juga menunjukkan perkembangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi meningkat menjadi 75,17. Sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,94 persen, dan Indeks Gini membaik menjadi 0,290.

“Ini semua berkat berbagai ikhtiar dalam mengisi kemerdekaan dan kolaborasi berbagai pihak. Angka-angka ini tentu patut kita syukuri. Tetapi capaian ini harus menjadi motivasi untuk menjadikan Banyuwangi lebih baik lagi,” ungkap Ipuk.

Bagi Ipuk, capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, berbagai kemajuan menjadi pijakan untuk memperkuat kerja bersama agar pembangunan Banyuwangi semakin inklusif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia pun meminta dukungan para veteran, ulama, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan daerah dapat terus berjalan.

“Kami juga memohon doa dan dukungan para veteran, para ulama, tokoh agama, dan seluruh masyarakat agar ikhtiar membangun Banyuwangi senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : banyuwangikab.go.id
HUT Kemerdekaan RI ke-81 pembangunan Banyuwangi Ipuk Fistiandani tasyakuran kemerdekaan banyuwangi