RADAR BANYUWANGI - Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (14/8). Rupiah berada di level Rp17.827 per dolar AS, menguat 50 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp17.877 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut terjadi di tengah respons positif pelaku pasar terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai sentimen pasar terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah dan pasar saham.
Menurut Lukman, investor merespons pidato RAPBN 2027 secara positif, meski tetap berhati-hati dalam membaca prospek ekonomi ke depan. Sikap tersebut tercermin dari penguatan rupiah sekaligus kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dalam pidatonya, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.
Pemerintah juga menetapkan asumsi inflasi sebesar 2,5 persen. Sementara itu, defisit anggaran dipatok Rp671,2 triliun atau setara 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Total belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097 triliun.
Untuk nilai tukar rupiah, pemerintah menggunakan asumsi Rp17.500 per dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN 2026 yang berada di level Rp16.500 per dolar AS.
Selain itu, asumsi suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan sebesar 6,9 persen. Pemerintah juga memproyeksikan harga minyak mentah Indonesia berada di level USD75 per barel, meningkat dari asumsi USD70 per barel pada 2026.
Di sektor energi, lifting minyak mentah ditargetkan 610 ribu barel per hari, sama seperti asumsi 2026. Adapun lifting gas bumi ditetapkan 954 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), turun dari target sebelumnya sebesar 984 ribu BOEPD.
Pada indikator sosial, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada pada kisaran 6-6,5 persen. Target tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kisaran 6,5-7,5 persen pada 2026.
Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada di rentang 4,3-4,87 persen. Sementara indeks modal manusia dipatok 0,575 dan rasio gini berada pada kisaran 0,362-0,367.
Lukman menilai sejumlah asumsi utama dalam RAPBN 2027 masih dapat diterima oleh investor. Terutama target pertumbuhan ekonomi, asumsi nilai tukar rupiah, dan batas defisit anggaran yang dinilai masih berada dalam rentang yang dapat diterima pasar.
Penguatan rupiah juga tercermin dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Jumat, kurs JISDOR berada di level Rp17.836 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya Rp17.882 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar merespons positif arah kebijakan fiskal yang disampaikan pemerintah. Namun, ruang penguatan rupiah tetap akan bergantung pada perkembangan ekonomi domestik, kondisi pasar keuangan global, serta persepsi investor terhadap pelaksanaan kebijakan pada tahun anggaran mendatang.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara