MSCI Keluarkan GOTO dari Indeks, GoTo Soroti Kinerja Semester I-2026: Laba Berbalik Positif Rp607,48 Miliar, Pendapatan Naik 28,45 Persen secara Tahunan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:03 WIB
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berbalik positif dengan laba bersih Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Di tengah capaian tersebut, saham GOTO dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index mulai 1 September 2026. (JawaPos.com)
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berbalik positif dengan laba bersih Rp607,48 miliar pada semester I 2026. Di tengah capaian tersebut, saham GOTO dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index mulai 1 September 2026. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp607,48 miliar, berbalik positif setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi bersih Rp580,01 miliar.

Performa tersebut menjadi catatan penting bagi GoTo di tengah keputusan MSCI Inc. yang mengeluarkan saham GOTO dari indeks sahamnya. Perseroan menilai keputusan tersebut lebih berkaitan dengan aspek teknis perdagangan saham, bukan mencerminkan kondisi fundamental bisnis.

Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan, pihaknya memahami keputusan MSCI tersebut menjadi perhatian para pemegang saham. Namun, perseroan memastikan tetap berkomunikasi dengan MSCI sekaligus menjaga fokus terhadap pengembangan bisnis.

Menurut Audrey, peninjauan indeks MSCI dilakukan secara berkala. Karena itu, GoTo akan terus melakukan dialog aktif dengan penyedia indeks global tersebut.

Di sisi lain, kinerja operasional perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. EBITDA Grup yang disesuaikan untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun.

Capaian tersebut juga membuat perseroan tetap berada di jalur untuk memenuhi panduan kinerja tahunan. GoTo menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan berada pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun sepanjang 2026.

Dari sisi pendapatan, GoTo membukukan pendapatan bersih Rp10,99 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 28,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,55 triliun.

Pertumbuhan pendapatan turut diikuti kenaikan biaya dan beban. Pos tersebut tercatat Rp10,21 triliun atau tumbuh 16,87 persen secara tahunan dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya dan beban, perseroan mampu membalikkan posisi keuangan dari rugi menjadi laba. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator perbaikan kinerja GoTo pada semester pertama tahun ini.

Sementara dari sisi neraca, total aset GoTo mencapai Rp47,47 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut sama dengan total kumulatif liabilitas dan ekuitas pada tanggal yang sama.

Terkait keputusan MSCI, perseroan menegaskan langkah tersebut tidak mengubah fokus manajemen terhadap kegiatan usaha. GoTo menyatakan akan terus berupaya menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pengelolaan bisnis.

Sebagai informasi, melalui MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review, MSCI mengumumkan perubahan komposisi indeks sahamnya. Dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, termasuk GOTO.

Perubahan komposisi indeks tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Agustus 2026. Efektivitas perubahan dijadwalkan mulai 1 September 2026.

Keputusan tersebut datang ketika harga saham perseroan berada pada level Rp50, yang merupakan level terendah, disertai volume perdagangan yang rendah. Faktor tersebut dinilai menjadi pertimbangan teknis dalam peninjauan indeks.

Meski demikian, perseroan memilih tidak mengalihkan perhatian dari perbaikan kinerja fundamental. Perolehan laba semester I 2026 dan pencapaian EBITDA yang disesuaikan menjadi modal bagi GoTo untuk melanjutkan agenda bisnis hingga akhir tahun.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
MSCI Global Standard Index GoTo Gojek Tokopedia Saham GOTO Laba GoTo 2026 bursa efek indonesia