Berawal dari Indonesia, EcoTank Epson Kini Tembus 100 Juta Unit dan Hadir di 170 Negara serta Wilayah di Seluruh Dunia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Printer Epson EcoTank dengan sistem tangki tinta dan botol tinta isi ulang. Teknologi yang pertama kali diperkenalkan Epson di Indonesia tersebut kini telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 100 juta unit secara global. (Epson)
Printer Epson EcoTank dengan sistem tangki tinta dan botol tinta isi ulang. Teknologi yang pertama kali diperkenalkan Epson di Indonesia tersebut kini telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 100 juta unit secara global. (Epson)

RADAR BANYUWANGI - Seiko Epson Corporation mencatat tonggak baru dalam perjalanan teknologi pencetakan global. Penjualan kumulatif printer tangki tinta EcoTank telah menembus 100 juta unit di seluruh dunia sejak pertama kali diperkenalkan pada 2010.

Di balik pencapaian tersebut, Indonesia memiliki peran penting. Negeri ini menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson kepada pasar. Dari Indonesia, EcoTank kemudian berkembang dan kini telah digunakan di 170 negara dan wilayah.

Capaian 100 juta unit tidak sekadar menunjukkan pertumbuhan penjualan. Lebih dari itu, angka tersebut menggambarkan perubahan kebutuhan konsumen terhadap perangkat pencetakan. Printer tidak lagi hanya dituntut untuk menghasilkan dokumen berkualitas, tetapi juga harus menawarkan efisiensi biaya, kemudahan penggunaan, serta aspek keberlanjutan.

EcoTank hadir dengan konsep tangki tinta berkapasitas tinggi dan sistem pengisian menggunakan botol tinta. Konsep tersebut menjadi alternatif terhadap printer konvensional berbasis kartrid yang membutuhkan penggantian komponen tinta secara berkala.

Dengan kapasitas cetak yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah, printer tangki tinta dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna rumahan, pelaku usaha kecil, hingga lingkungan perkantoran.

Penggunaan botol tinta isi ulang juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap kartrid sekali pakai. Hal ini sekaligus membuka peluang pengurangan limbah plastik yang berasal dari aktivitas pencetakan.

Managing Director Epson Indonesia Ng Ngee Khiang mengatakan, pengembangan printer tangki tinta bukan perkara sederhana karena konsepnya berbeda dari printer berbasis kartrid.

"Kami terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman mencetak yang lebih nyaman, hemat biaya, dan lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Menurut dia, Indonesia memiliki posisi istimewa dalam perjalanan EcoTank. Antusiasme pasar sejak teknologi tersebut pertama kali diperkenalkan menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan EcoTank hingga mencapai pasar global.

Pencapaian lebih dari 100 juta unit, lanjutnya, menunjukkan bahwa inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan dapat berkembang menjadi solusi dengan dampak luas dan berkelanjutan.

Secara global, Epson menyatakan masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar printer tangki tinta. Perusahaan mengklaim memiliki pangsa sekitar 45 persen dari total pengiriman printer inkjet untuk kebutuhan rumah tangga dan perkantoran di dunia.

Di kawasan Asia Tenggara, Epson juga menyatakan posisinya sebagai pemimpin pasar pada segmen printer tangki tinta. Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan printer tangki tinta untuk berbagai kebutuhan.

Mulai dari mencetak dokumen dan materi pembelajaran di rumah, menunjang kegiatan usaha, hingga memenuhi kebutuhan administrasi perkantoran, EcoTank terus dikembangkan untuk memberikan efisiensi dan nilai tambah bagi pengguna.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Epson EcoTank printer tangki tinta printer Epson Indonesia teknologi printer inovasi EcoTank