IHSG Melonjak 105 Poin ke 6.373,85, Investor Borong Saham Usai Koreksi Tajam Dua Hari Sebelumnya, Sentimen MSCI Ikut Jadi Penopang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:21 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG menguat 1,69 persen ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8), didorong aksi bargain hunting dan sejumlah sentimen positif dari pasar domestik maupun global. (Gemini AI)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG menguat 1,69 persen ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8), didorong aksi bargain hunting dan sejumlah sentimen positif dari pasar domestik maupun global. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguat pada perdagangan Rabu (12/8). Indeks ditutup melesat setelah investor memanfaatkan koreksi tajam pada dua hari perdagangan sebelumnya untuk melakukan aksi bargain hunting.

IHSG mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 105,97 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,85. Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang naik 8,05 poin atau 1,29 persen menjadi 633,84.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan, aksi beli kembali menjadi salah satu pemicu utama penguatan pasar saham domestik.

“Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya,” kata Nafan, dikutip Antara.

Dari sisi domestik, investor juga mencermati agenda Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan indeks Agustus 2026 pada Kamis (13/8) pukul 04.00 WIB.

Pasar turut memasukkan kemungkinan adanya penyesuaian bobot saham Indonesia dalam perhitungan indeks MSCI. Selain itu, muncul ekspektasi bahwa status pembekuan atau freeze terhadap sejumlah emiten Indonesia dapat dicabut.

Menurut Nafan, ekspektasi tersebut turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG.

“Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten,” ujarnya.

Penguatan IHSG pada perdagangan Rabu juga ditopang saham-saham kelompok konglomerasi yang masuk jajaran penggerak utama indeks. Saham-saham tersebut memberikan kontribusi cukup besar terhadap kenaikan IHSG.

Sektor komoditas dan teknologi juga ikut menopang penguatan pasar. Di sisi lain, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai memberikan tambahan kepastian bagi investor institusi mengenai arah kebijakan moneter serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Sentimen eksternal turut menjadi perhatian pelaku pasar. Investor menunggu data inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 yang diperkirakan melandai ke 3,4 persen secara tahunan.

Jika sesuai ekspektasi, perlambatan inflasi tersebut dapat memperkuat harapan pasar terhadap sikap lebih longgar atau dovish dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Secara pergerakan, IHSG dibuka menguat dan mampu bertahan di zona hijau hingga berakhirnya sesi pertama. Memasuki sesi kedua, indeks kembali menunjukkan ketahanan dan tetap berada di teritori positif sampai perdagangan ditutup.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mengalami penguatan. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin dengan kenaikan 4,60 persen.

Posisi berikutnya ditempati sektor energi yang menguat 3,22 persen dan sektor barang baku sebesar 2,27 persen.

Hanya satu sektor yang berakhir di zona merah, yakni transportasi dan logistik. Sektor tersebut terkoreksi 0,23 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan harga terbesar, di antaranya EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI. Sementara saham BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN berada di jajaran saham dengan pelemahan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Bursa mencatat sekitar 2.067.000 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 32,68 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp17,35 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 474 saham ditutup menguat, 185 saham melemah, sedangkan 304 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pergerakan bursa Asia pada sore hari berlangsung beragam. Indeks Nikkei Jepang menguat 0,99 persen ke 67.630,00. Sementara indeks Shanghai turun 0,32 persen menjadi 3.946,68 dan Hang Seng melemah 0,83 persen ke 25.440,17.

Penguatan paling besar di kawasan tercatat pada indeks Kospi Korea Selatan yang melesat 3,68 persen ke 6.579,04. Adapun Straits Times Singapura terkoreksi 0,58 persen menjadi 5.720,75.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Saham Indonesia bargain hunting ihsg MSCI bursa efek indonesia