RADAR BANYUWANGI – Potensi laut Banyuwangi yang membentang di garis pantai sepanjang 175,8 kilometer mendapat perhatian serius. Pemkab Banyuwangi menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PW Ikatan Alumni (IKA) ITS Jawa Timur untuk memperkuat pemanfaatan teknologi, khususnya di sektor perikanan dan kemaritiman.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Surabaya, Selasa (11/8). Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada penelitian, tetapi berlanjut menjadi pendampingan dan inovasi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Selain Banyuwangi, ITS juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Nganjuk, Lamongan, dan Pemkot Pasuruan. Kolaborasi lintas daerah itu mencakup penguatan ketahanan pangan, sektor perikanan, serta optimalisasi potensi maritim melalui pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.
ITS Dorong Teknologi Kelautan
Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana Dr Ir Machsus mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia.
Menurut dia, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki sumber daya laut yang sangat besar. Potensi tersebut perlu dikelola dengan pendekatan teknologi agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Indonesia merupakan negara kepulauan. Sumber daya kelautan yang ada di dalamnya itulah yang perlu kita eksplorasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa ini,” ujarnya.
Machsus menambahkan, ITS memiliki sejarah panjang dalam pengembangan sektor kemaritiman. Kampus tersebut sejak awal mendapat amanat untuk memberikan perhatian terhadap bidang kelautan dan kemaritiman.
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan potensi maritim dapat dikembangkan secara lebih terarah.
“Untuk itu perlu kolaborasi bersama, bagaimana ke depan bisa mengawal kemajuan kemaritiman di Indonesia ini. Sehingga segala potensi yang ada bisa kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa, terutama untuk kemakmuran Jawa Timur,” imbuhnya.
IKA ITS Tawarkan Solusi Teknologi untuk Nelayan
Ketua Umum PW IKA ITS Jatim Eri Cahyadi menegaskan, perguruan tinggi dan jaringan alumninya harus hadir memberikan solusi konkret bagi daerah.
Teknologi, menurut dia, tidak semestinya berhenti di ruang penelitian. Inovasi harus dapat diterapkan untuk membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.
Eri mencontohkan teknologi pengering ikan hingga teknologi penerangan yang dapat membantu nelayan mengumpulkan ikan sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.
“IKA ITS harus hadir memberikan pendampingan dan memanfaatkan keunggulan teknologi untuk membantu wilayah-wilayah di Jawa Timur,” kata Eri yang juga Wali Kota Surabaya.
Dia menilai kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga dapat menjadi salah satu cara memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Banyuwangi Punya 175,8 Kilometer Garis Pantai
Bagi Banyuwangi, kerja sama tersebut dinilai sangat relevan. Wilayah paling timur Jawa Timur itu memiliki garis pantai sepanjang 175,8 kilometer dengan potensi perikanan yang besar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, teknologi dapat menjadi nilai tambah bagi pengembangan sektor perikanan daerah.
“Bagi Banyuwangi, ini menjadi nilai tambah, terutama dalam pengembangan sektor perikanan,” ujar Ipuk.
Ipuk mengakui sebagian nelayan Banyuwangi masih mengandalkan pola tradisional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa penguatan teknologi, penelitian, pengolahan, hingga hilirisasi produk perikanan diperlukan.
Dengan dukungan ITS dan IKA ITS, pengembangan sektor perikanan diharapkan tidak sekadar meningkatkan hasil tangkapan. Produk perikanan juga perlu diolah agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Tak Hanya Perikanan
Ipuk berharap kolaborasi tersebut menghasilkan program nyata di lapangan. Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi diharapkan dapat diteruskan dengan pendampingan sehingga inovasi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kerja sama ini berdampak pada peningkatan produk perikanan. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia juga bisa dikolaborasikan,” kata Ipuk.
Penandatanganan kerja sama tersebut juga dirangkai dengan forum strategis nasional. Sejumlah pemateri hadir, antara lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) I Nyoman Radiarta, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nasional (Persero) Kharisma Febriansyah, serta profesor dari ITS.
Kolaborasi Banyuwangi, ITS, dan IKA ITS tersebut pada akhirnya membawa satu pesan: potensi laut yang besar membutuhkan teknologi dan inovasi agar tidak berhenti sebagai sumber daya, tetapi dapat berubah menjadi produk bernilai tambah dan penggerak ekonomi masyarakat pesisir. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin