RADAR BANYUWANGI - Harga daging sapi secara nasional mencapai Rp143.737 per kilogram pada pekan pertama Agustus 2026.
Angka tersebut masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp140.000 per kilogram.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menjadi perhatian karena harga daging sapi belum kembali ke level acuan pemerintah.
Selisih harga rata-rata nasional dengan HAP mencapai Rp3.737 per kilogram.
Informasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin (10/8).
Pemerintah terus memantau pergerakan harga sejumlah komoditas pangan untuk mengantisipasi tekanan terhadap inflasi.
Selain harga nasional yang berada di atas HAP, perkembangan di tingkat daerah juga menunjukkan adanya kenaikan pada sejumlah wilayah.
Bapanas mencatat 56 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi.
Jumlah tersebut belum menggambarkan kenaikan secara menyeluruh di berbagai daerah.
Namun, perkembangan tersebut tetap perlu diperhatikan agar tekanan harga tidak meluas dan berpengaruh terhadap pengeluaran masyarakat.
“Rata-rata harga daging sapi secara nasional pada minggu pertama Agustus 2026 mencapai Rp143.737 per kilogram, sedangkan HAP-nya ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram,” demikian data yang disampaikan Bapanas dalam rapat koordinasi tersebut.
Harga daging sapi menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam pemantauan pangan karena perubahan harganya dapat berdampak pada pengeluaran rumah tangga.
Stabilitas harga juga berkaitan dengan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi antardaerah.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, karena itu, perlu memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.
Pemantauan distribusi juga penting untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi gangguan yang berpotensi memicu kenaikan harga lebih lanjut.
Di sisi lain, perkembangan harga daging sapi tidak berdiri sendiri.
Pemerintah juga memantau berbagai komoditas pangan melalui indikator harga pangan dan inflasi daerah.
Data tersebut digunakan untuk melihat wilayah serta komoditas yang mengalami perubahan harga.
Bagi masyarakat, pergerakan harga pangan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan daya beli.
Kenaikan harga yang terjadi secara berkelanjutan pada sejumlah komoditas dapat meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga.
Dengan posisi harga rata-rata nasional yang masih Rp3.737 per kilogram di atas HAP, perkembangan harga daging sapi pada pekan berikutnya masih perlu dicermati.
Pengawasan pasokan dan distribusi menjadi bagian penting untuk menjaga harga tetap terkendali di tingkat konsumen.
Hingga awal Agustus 2026, Bapanas mencatat 56 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH daging sapi.
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah masing-masing.
Editor : Lugas Rumpakaadi