Rupiah Melemah ke Rp17.795, Harga Minyak Tembus USD83,21 per Barel di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:51 WIB
Rupiah melemah ke Rp17.795 per dolar AS pada Selasa (11/8). (Tangsel JawaPos)
Rupiah melemah ke Rp17.795 per dolar AS pada Selasa (11/8). (Tangsel JawaPos)

RADAR BANYUWANGI – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Selasa (11/8).

Rupiah melemah 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang Garuda salah satunya datang dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan perkembangan geopolitik di kawasan tersebut berpotensi membuat rupiah masih bergerak dalam tekanan terhadap dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timteng yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman, dikutip Antara, Selasa (11/8).

Harga minyak mentah yang pada penutupan pekan lalu berada di kisaran USD77 per barel kini meningkat menjadi USD83,21 per barel.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pasar karena harga energi dapat memengaruhi prospek ekonomi dan pergerakan mata uang negara yang memiliki kebutuhan impor energi.

Situasi Selat Hormuz Jadi Perhatian

Pergerakan harga minyak juga tidak terlepas dari perkembangan di Selat Hormuz.

Jalur perairan strategis tersebut menjadi salah satu titik penting dalam lalu lintas perdagangan energi dunia.

Berdasarkan laporan Anadolu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan Iran.

Salah satu tuntutan tersebut berkaitan dengan penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pernyataan itu disampaikan ketika perundingan mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz masih menghadapi kebuntuan.

Di tengah situasi tersebut, Iran disebut telah melakukan pembicaraan dengan Oman.

Kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai peta jalur pelayaran, sementara konsultasi masih berlangsung untuk menyelesaikan sejumlah persoalan teknis dalam pernyataan bersama.

Sejumlah mekanisme juga akan dibentuk untuk menjaga keselamatan lalu lintas maritim, melindungi lingkungan, serta menangani berbagai bentuk kejahatan di laut.

Perkembangan di kawasan tersebut menjadi perhatian pasar karena gangguan terhadap jalur pelayaran strategis berpotensi memengaruhi distribusi energi dan meningkatkan ketidakpastian harga minyak.

Investor Tunggu Data Ekonomi AS

Selain faktor geopolitik dan harga minyak, investor juga mencermati data ekonomi Amerika Serikat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah laporan penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh 1,8 persen.

Data penjualan ritel menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan konsumsi masyarakat AS.

Hasilnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kondisi perekonomian dan arah kebijakan moneter AS.

Jika sentimen terhadap dolar AS menguat, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berpotensi meningkat.

Sebaliknya, data ekonomi yang berada di bawah ekspektasi pasar dapat memengaruhi pergerakan dolar.

Rupiah Diproyeksikan di Rp17.750-Rp17.850

Dengan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, serta penantian data ekonomi Amerika Serikat, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa.

Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Garuda selanjutnya akan sangat bergantung pada perubahan sentimen global.

Perkembangan di Timur Tengah, arah harga minyak mentah, serta respons pasar terhadap data ekonomi AS menjadi sejumlah faktor yang patut dicermati investor sepanjang perdagangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
rupiah melemah selat hormuz harga minyak dunia rupiah terhadap dolar as kurs rupiah hari ini