RADAR BANYUWANGI – Cuaca ekstrem tak hanya membuat nelayan Banyuwangi kesulitan melaut. Dampaknya kini terasa hingga meja makan warga. Minimnya hasil tangkapan membuat harga sejumlah ikan laut di Pasar Brak Kalimoro, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, melonjak tajam.
Kenaikan harga ikan laut tersebut berkisar Rp 5 ribu hingga belasan ribu per kilogram. Kondisi itu terjadi karena pasokan dari nelayan berkurang setelah cuaca buruk kerap melanda perairan Banyuwangi.
Salah satu pedagang ikan laut di Pasar Brak Kalimoro, Ahmad Efendi, mengatakan harga sejumlah komoditas ikan kini jauh lebih tinggi dibandingkan ketika tangkapan nelayan melimpah.
Ikan lemuru ukuran ruper, misalnya, kini dibanderol hingga Rp 27 ribu per kilogram. Padahal, saat pasokan melimpah, harga ikan tersebut hanya berada di kisaran Rp 10 ribu per kilogram.
“Sudah lama lemuru sulit didapatkan di area Perairan Muncar,” kata Ahmad kemarin (10/8).
Harga Layang Ikut Terbang
Kenaikan harga juga terjadi pada ikan layang. Di Pasar Brak Kalimoro, ikan tersebut kemarin dijual sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga ikan buntut merah mencapai Rp 35 ribu per kilogram.
Menurut Ahmad, harga tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi saat musim tangkapan. Ikan layang, misalnya, biasanya hanya dijual sekitar Rp 20 ribu per kilogram ketika hasil tangkapan nelayan sedang bagus.
“Padahal saat sedang musim harga ikan layang sekitar Rp 20 ribu per kg,” ujarnya.
Kondisi serupa terjadi pada ikan tongkol. Pedagang lainnya, Halimah, mengatakan harga tongkol kemarin mencapai Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram.
Harga tersebut bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan saat musim tangkapan tongkol. Ketika pasokan melimpah, harga ikan tersebut hanya sekitar Rp 20 ribu per kilogram.
Konsumen Mulai Beralih ke Ayam
Kenaikan harga ikan laut mulai berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli di pasar. Pedagang mengaku permintaan konsumen ikut menurun.
Konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam jika ingin membeli ikan laut. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai membandingkan harga ikan dengan sumber protein lainnya.
“Kalau dibandingkan dengan harga daging ayam, ikan laut menjadi lebih mahal. Jadi masyarakat kemungkinan memilih membeli daging ayam daripada ikan laut,” pungkas Halimah.
Di tengah cuaca ekstrem yang masih menghantui perairan Banyuwangi, minimnya tangkapan nelayan menjadi mata rantai awal yang akhirnya mendorong harga ikan laut di tingkat pasar ikut terkerek. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin