Harga Pangan Pokok Stabil, Cabai Rawit Turun tapi Cabai Merah Besar Malah Naik

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 05:20 WIB
Pedagang mengecek stok cabai merah di Pasar Genteng I, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Jumat (7/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Pedagang mengecek stok cabai merah di Pasar Genteng I, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Jumat (7/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kabar baik datang dari Pasar Genteng I, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Harga sejumlah bahan pangan pokok masih stabil hingga Jumat (7/8), meski beberapa komoditas yang paling sering diburu untuk kebutuhan dapur justru bergerak naik turun.

Pergerakan harga paling terlihat pada komoditas cabai dan sayuran. Cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram (kg) kini turun menjadi Rp 40 ribu–Rp 43 ribu per kg.

Sebaliknya, harga cabai merah besar justru mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 26 ribu–Rp 28 ribu per kg, kini komoditas tersebut dijual di kisaran Rp 30 ribu–Rp 32 ribu per kg.

Berdasarkan hasil pemantauan berkala pengelola Pasar Genteng I, kondisi tersebut terjadi di tengah relatif stabilnya harga bahan pangan pokok sejak akhir Juli.

Arif Kurniawan, petugas teknis Pasar Genteng I, mengatakan penurunan harga cabai rawit menjadi kabar baik bagi pedagang maupun konsumen. Harga komoditas tersebut turun sekitar Rp 5 ribu per kg dalam sepekan terakhir.

“Alhamdulillah, cabai rawit ada penurunan sekitar Rp 5.000 per kg dalam kurun sepekan ini. Pasokan dari daerah sentra produksi mulai kembali lancar sehingga menekan harga di tingkat pedagang eceran,” ungkap Arif saat ditemui di sela-sela pemantauan harga, Jumat (7/8).

Cabai Merah Besar Justru Naik

Penurunan harga cabai rawit tidak terjadi pada seluruh jenis cabai. Cabai merah besar justru bergerak sebaliknya.

Sepekan sebelumnya, harga cabai merah besar masih berada di kisaran Rp 26 ribu–Rp 28 ribu per kg. Kini harganya naik menjadi sekitar Rp 30 ribu–Rp 32 ribu per kg.

Arif menyebut pergerakan harga tersebut masih tergolong wajar. Salah satu pemicunya adalah pergeseran masa panen di tingkat petani yang membuat pasokan ke pasar ikut berubah.

“Selama beberapa pekan ini pasti naik turun. Apalagi akan ada momen Maulid Nabi, biasanya berdampak pada kenaikan harga,” ujarnya.

Fluktuasi juga terjadi pada komoditas sayuran. Harga kubis mengalami penurunan cukup tajam, dari sebelumnya Rp 7 ribu menjadi Rp 5 ribu per kg.

Sebaliknya, harga buncis sedikit naik. Komoditas tersebut sebelumnya dijual sekitar Rp 10 ribu per kg, kini menjadi Rp 11 ribu per kg.

Sementara itu, harga wortel relatif tidak bergerak. Komoditas tersebut masih bertahan di kisaran Rp 17 ribu per kg.

“Wortel saja yang harganya normal, sampai sekarang stagnan di Rp 17 ribu per kg,” kata Arif.

Pasokan Melimpah Bikin Harga Sayur Turun

Menurut Arif, perubahan harga sayuran sangat dipengaruhi kondisi pasokan. Kubis, misalnya, mengalami penurunan karena jumlah pasokan yang masuk ke pasar cukup melimpah.

Harga komoditas tersebut bahkan sempat mengalami penurunan hingga menyentuh Rp 2 ribu per kg pada kondisi tertentu ketika pasokan berlebih.

“Sedangkan untuk komoditas utama seperti beras premium, medium, minyak goreng, daging sapi, hingga daging ayam potong, semuanya terpantau sangat stabil dan pasokan aman terkendali,” imbuhnya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Genteng I, harga beras premium masih bertahan di kisaran Rp 14.600–Rp 14.900 per kg. Daging sapi berada di sekitar Rp 150 ribu per kg, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana masih Rp 20 ribu per liter.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat. Meski sejumlah bumbu dan sayuran mengalami fluktuasi, harga komoditas pangan utama belum menunjukkan gejolak berarti.

Pengelola Pasar Genteng I pun memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan harga yang tidak wajar, terutama menjelang momentum yang berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan monitoring harian guna mengantisipasi lonjakan harga yang tak wajar demi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” pungkas Arif. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
harga beras harga cabai Pasar Genteng harga sayuran harga pangan