RADAR BANYUWANGI – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Banyuwangi. Tak hanya terlihat dari kibaran merah putih di sejumlah sudut kota, momen Agustusan juga menghadirkan peluang ekonomi bagi warga. Sejumlah pedagang musiman bermunculan menjajakan bendera, umbul-umbul, dan aneka pernak-pernik kemerdekaan. Bahkan, ada penjual bunga tabur yang untuk sementara meninggalkan dagangan rutinnya demi beralih menjual bendera merah putih.
Lapak-lapak bendera kini mudah dijumpai di sejumlah titik strategis di pusat Kota Banyuwangi. Di antaranya berada di sisi selatan Taman Sritanjung, depan kawasan DPRD Banyuwangi, hingga beberapa ruas jalan lainnya yang ramai dilalui masyarakat.
Beragam ukuran bendera merah putih tersedia, mulai untuk dipasang di rumah hingga instansi. Selain itu, pedagang juga menawarkan umbul-umbul, aksesori dekorasi, dan ornamen bernuansa merah putih yang mulai banyak dicari menjelang puncak peringatan 17 Agustus.
Salah seorang pedagang, Eko, mengaku sudah membuka lapaknya sejak awal Juli. Menurutnya, sebagian masyarakat memilih membeli bendera lebih awal agar bisa memasangnya sebelum memasuki bulan peringatan kemerdekaan.
"Harga bendera mulai Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya," ujarnya.
Eko mengatakan, permintaan biasanya terus meningkat mendekati Hari Kemerdekaan. Tidak hanya warga, sejumlah sekolah, kantor, hingga pelaku usaha juga mulai membeli bendera dan umbul-umbul untuk mempercantik lingkungan.
Fenomena menarik juga terlihat pada lapak Sulastri di sebelah selatan Taman Sritanjung. Perempuan yang sehari-hari berjualan bunga tabur untuk peziarah makam itu memilih beralih sementara menjadi pedagang bendera karena melihat tingginya permintaan selama musim Agustusan.
"Saya jual bendera hanya saat momen Agustusan saja. Sehari-hari saya jualan bunga di sini," tuturnya.
Bagi Sulastri, berjualan bendera menjadi sumber tambahan penghasilan yang hanya datang setahun sekali. Setelah peringatan Hari Kemerdekaan berakhir, ia akan kembali menjual bunga tabur seperti biasanya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Nidhom, warga Kelurahan Sobo, mengaku sengaja membeli bendera baru untuk menggantikan bendera lama yang sudah kusam.
"Bendera yang lama sudah usang, jadi beli yang baru untuk dipasang di depan rumah," katanya.
Tradisi mengganti bendera merah putih menjelang Hari Kemerdekaan masih terus dipertahankan masyarakat Banyuwangi. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, kebiasaan tersebut juga membawa berkah bagi para pedagang musiman yang memanfaatkan momentum Agustusan untuk menambah penghasilan.
Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 RI, lapak-lapak bendera yang bermunculan di berbagai sudut kota menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme tak hanya hadir melalui upacara dan perayaan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil yang menggantungkan rezeki pada momen-momen istimewa setiap tahunnya. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin