RADAR BANYUWANGI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis (6/8/2026) dengan tren positif. Penguatan indeks didorong kombinasi sentimen domestik yang tetap solid dan optimisme pasar global terhadap perkembangan ekonomi maupun geopolitik.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 28,78 poin atau 0,45 persen ke level 6.379,92. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 2,99 poin atau 0,47 persen menjadi 636,98.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.
"Beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370 hingga 6.400," ujarnya, dikutip Antara.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen, tetapi masih melampaui ekspektasi pasar yang berada di level 5,1 persen.
Meski demikian, capaian tersebut menjadi pertumbuhan tahunan terendah sejak kuartal II-2025. Perlambatan dipengaruhi melambatnya konsumsi rumah tangga menjadi 5,06 persen dari sebelumnya 5,52 persen, serta pertumbuhan belanja pemerintah yang turun menjadi 15,97 persen dibandingkan 21,81 persen pada kuartal sebelumnya.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang kenaikan belanja pemerintah, terutama untuk belanja pegawai dan berbagai program pemerintah. Selain itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan tertinggi dalam setahun.
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun lajunya sedikit melambat. Di sisi lain, kinerja ekspor masih tertahan karena pertumbuhan impor berlangsung lebih cepat.
Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Sektor konstruksi juga menunjukkan penguatan berkat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri. Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat pembatasan kuota produksi.
Dari pasar global, optimisme investor meningkat seiring munculnya harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, kawasan yang menjadi salah satu jalur distribusi energi dunia.
Namun demikian, pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook yang menyatakan kesiapan mendukung kenaikan suku bunga apabila diperlukan, sembari mengingatkan bahwa tekanan inflasi masih berpotensi bertahan.
Di Amerika Serikat, data ADP Employment menunjukkan sektor swasta hanya menambah 44 ribu lapangan kerja sepanjang Juli 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah dalam enam bulan dan turun dari 95 ribu pada Juni.
Sementara itu, indeks ISM Services PMI naik tipis menjadi 54,1 pada Juli dari sebelumnya 54. Meski sedikit di bawah proyeksi pasar sebesar 54,5, angka tersebut masih menandakan sektor jasa berada pada fase ekspansi.
Harga minyak dunia bergerak dalam kisaran sempit setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Oman tengah mengupayakan kesepakatan untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun menjadi 4,613 persen. Penurunan itu dipengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap arah suku bunga dan data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Sementara itu, harga emas spot melonjak 4,3 persen ke level 4.252 dolar AS per troy ons. Penguatan dipicu pelemahan dolar AS, turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral.
Pergerakan bursa saham global masih berlangsung bervariasi. Di Eropa, indeks Euro Stoxx 50 turun 0,10 persen, DAX Jerman melemah 0,29 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,08 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,03 persen.
Kondisi serupa terjadi di Wall Street. Indeks S&P 500 turun 0,17 persen menjadi 7.723,52, Nasdaq Composite melemah 0,82 persen ke 26.363,44, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,49 persen ke level 54.349,06.
Pada perdagangan Asia pagi, pergerakan indeks juga cenderung beragam. Nikkei turun 1,56 persen, Kospi melemah 4,36 persen, dan Hang Seng terkoreksi 1,76 persen. Sebaliknya, Shanghai Composite naik 0,34 persen dan Straits Times menguat 0,88 persen.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara