KAI Optimalkan Logistik Pupuk Lewat Kereta Api, Dorong Kelancaran Distribusi dan Stabilitas Produksi Pangan Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:35 WIB
KAI meningkatkan layanan angkutan pupuk sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pertanian nasional. (Antara)
KAI meningkatkan layanan angkutan pupuk sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pertanian nasional. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui layanan angkutan pupuk menggunakan moda kereta api. Upaya tersebut dinilai semakin strategis seiring meningkatnya perhatian terhadap stabilitas harga beras dan pentingnya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), beras menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi pada Juli 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga kelancaran distribusi sarana pertanian, termasuk pupuk.

Selama periode Januari hingga Juli 2026, KAI mencatat volume angkutan pupuk mencapai 13.920 ton. Jumlah tersebut meningkat 2,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang terealisasi sebesar 13.590 ton.

Lonjakan lebih signifikan terjadi pada kinerja bulanan. Sepanjang Juli 2026, KAI mengangkut 1.800 ton pupuk atau meningkat lima kali lipat dibandingkan Juli 2025 yang hanya mencapai 360 ton. Secara persentase, kenaikan tersebut setara dengan 400 persen secara tahunan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi pupuk merupakan salah satu mata rantai penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan nasional. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu akan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus menyusun jadwal tanam secara lebih efektif.

Menurut Anne, perhatian masyarakat terhadap perkembangan harga beras harus direspons melalui kerja terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Dalam rantai tersebut, KAI mengambil peran pada aspek logistik dengan memastikan distribusi pupuk berlangsung lancar, aman, dan memiliki kepastian jadwal.

"Pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan dan waktu pemupukan akan membantu petani menjaga produktivitas lahan. KAI berkomitmen menjaga pelayanan angkutan pupuk agar distribusi sarana pertanian berjalan lancar, aman, dan tepat waktu," ujarnya, dikutip Antara.

Pemerintah pada 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyalurannya telah mencapai 54,28 persen. Selain itu, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sekitar 20 persen sejak akhir 2025 sebagai upaya menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian.

Anne menilai kebijakan tersebut perlu ditopang sistem transportasi yang andal. Kereta api memiliki keunggulan berupa kapasitas angkut besar, jadwal perjalanan yang terencana, serta kemampuan mengangkut komoditas dalam jumlah massal secara konsisten.

Ia menambahkan keberhasilan distribusi pupuk membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, produsen pupuk, pelaku logistik, pemerintah daerah, hingga kelompok tani. KAI, kata dia, siap menjalankan perannya dalam rantai logistik dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras kepada masyarakat. Langkah tersebut berjalan seiring penguatan produksi pertanian dan distribusi sarana produksi untuk menjaga pasokan sekaligus daya beli masyarakat.

Anne menegaskan angkutan pupuk merupakan bagian penting dari ekosistem ketahanan pangan nasional. Stabilitas harga beras dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari musim, produktivitas pertanian, biaya produksi, distribusi, kondisi pasar, hingga kecukupan cadangan pangan.

"KAI memahami bahwa beras hadir di meja makan jutaan keluarga setiap hari. Di baliknya terdapat petani, pekerja, dan berbagai pihak yang memastikan proses produksi hingga distribusi berjalan baik. Setiap perjalanan pupuk yang kami layani membawa tanggung jawab untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan Indonesia," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
angkutan pupuk KAI