BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Penyerapan Tenaga Kerja Bertambah 522 Ribu Orang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:33 WIB
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026. (JawaPos.com)
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II 2026. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Kinerja perekonomian Indonesia menunjukkan tren positif pada triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy), diikuti peningkatan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 522 ribu orang sepanjang periode Februari hingga Mei 2026.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.

Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika PDB atas dasar harga konstan berada di level Rp3.396,6 triliun. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29 persen menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif di tengah berbagai tantangan global.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja. Hingga Mei 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja. Jumlah itu meningkat sekitar 522 ribu orang dalam kurun tiga bulan terakhir.

Selain itu, jumlah penduduk usia kerja juga mengalami kenaikan. Hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 220,23 juta penduduk usia kerja, bertambah sekitar 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Berdasarkan status pekerjaan, pekerja penuh menjadi kelompok terbesar dengan jumlah mencapai 98,98 juta orang atau bertambah sekitar 391 ribu orang. Sementara pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sekitar 72 ribu orang.

Adapun pekerja setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang, bertambah sekitar 59 ribu orang dibandingkan kondisi pada Februari 2026.

BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan tipis. Pada Mei 2026, TPAK mencapai 70,57 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 70,56 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan. TPAK laki-laki mencapai 85,14 persen dan mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, TPAK perempuan berada di angka 55,84 persen atau sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bersama sektor perdagangan dan industri. Namun, dinamika penyerapan tenaga kerja menunjukkan perbedaan di masing-masing sektor.

Sepanjang Februari hingga Mei 2026, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian bertambah sekitar 106 ribu orang. Sektor industri juga mencatat kenaikan meski terbatas, yakni sekitar 9 ribu orang. Sebaliknya, sektor perdagangan mengalami penurunan tenaga kerja sekitar 128 ribu orang.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2026 berjalan beriringan dengan meningkatnya kesempatan kerja. Meski demikian, perubahan komposisi tenaga kerja antar sektor menjadi indikator yang perlu terus dicermati untuk menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan penciptaan lapangan kerja.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
ekonomi Indonesia 2026