Didorong LPEI, PT INKA Siap Kirim 340 Wagon Barang ke Selandia Baru Sepanjang 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 06:56 WIB
LPEI mengucurkan pembiayaan USD 8,5 juta kepada PT INKA untuk mendukung ekspor 340 gerbong barang tipe SOW6 ke Selandia Baru. (Antara)
LPEI mengucurkan pembiayaan USD 8,5 juta kepada PT INKA untuk mendukung ekspor 340 gerbong barang tipe SOW6 ke Selandia Baru. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali memperkuat daya saing industri manufaktur nasional di pasar internasional. Kali ini, LPEI mengucurkan pembiayaan senilai 8,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) guna mendukung PT Industri Kereta Api (INKA) mengekspor gerbong barang tipe SOW6 ke Selandia Baru.

Dukungan pembiayaan tersebut disalurkan melalui fasilitas Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA). Skema ini merupakan mandat pemerintah kepada LPEI untuk mendorong ekspor nasional, khususnya bagi produk-produk unggulan yang memiliki potensi memperluas pasar internasional.

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI Anton Herdianto mengatakan fasilitas PKE menjadi instrumen strategis dalam memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia di pasar global.

"Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global," ujarnya, Selasa (4/8/2026), dikutip Antara.

Pembiayaan tersebut mendukung pelaksanaan kontrak pembuatan 340 unit Container Flat Top Wagon yang dipesan UGL Rail Service Pty Limited, Australia. Selanjutnya, seluruh gerbong barang itu akan dioperasikan oleh KiwiRail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru.

Pengiriman dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap sepanjang 2026. Fasilitas pembiayaan LPEI difokuskan untuk mendukung pelaksanaan kontrak manufaktur hingga proses ekspor berjalan sesuai target.

Ini menjadi dukungan kedua yang diberikan LPEI kepada PT INKA dalam pengembangan pasar ekspor ke Selandia Baru. Sebelumnya, pada 2024, LPEI telah menyalurkan fasilitas senilai 11,9 juta dolar AS kepada INKA Multi Solusi (IMS). Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan sebesar 7,7 juta dolar AS dan penjaminan 4,2 juta dolar AS guna mendukung ekspor gerbong ke negara tersebut.

Anton menilai keberhasilan ekspor wagon tipe SOW6 menjadi bukti bahwa industri manufaktur nasional mampu memenuhi standar internasional yang diterapkan di pasar global.

"Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat," katanya.

Lebih jauh, ekspor tersebut diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan utilisasi industri komponen dalam negeri, proyek ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat rantai pasok industri manufaktur Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
lpei