Laporan Keuangan Emiten Angkat Sentimen Pasar, IHSG Berpeluang Rebound Uji Level 6.300

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:02 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026) didorong laporan keuangan emiten kuartal II 2026 yang solid. (Tangsel JawaPos)
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026) didorong laporan keuangan emiten kuartal II 2026 yang solid. (Tangsel JawaPos)

RADARBANYUWANGI.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/8/2026) di zona hijau. Penguatan indeks ditopang laporan kinerja keuangan emiten sepanjang kuartal II 2026 yang secara umum masih menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 20,28 poin atau 0,33 persen ke level 6.254,78. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 2,27 poin atau 0,36 persen ke posisi 626,20.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan tren positif masih berpotensi berlanjut. Menurutnya, IHSG berpeluang melanjutkan rebound dengan menguji area resistance di kisaran 6.250 hingga 6.300.

Sentimen utama datang dari musim publikasi laporan keuangan emiten semester I 2026. Sejumlah perusahaan, khususnya dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi, masih mencatatkan kinerja yang solid sehingga memperkuat optimisme pelaku pasar terhadap prospek investasi di pasar modal Indonesia.

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi domestik turut memberikan dorongan positif. Indeks PMI Manufaktur Indonesia naik ke level 50,2 pada Juli 2026, meningkat dari 46,9 pada Juni 2026 sekaligus menjadi level tertinggi sejak Februari 2026. Peningkatan tersebut menandai kembali ekspansi sektor manufaktur setelah output produksi sempat melemah selama empat bulan berturut-turut.

Kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan perbaikan. Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat defisit sebesar 450 juta dolar AS pada Juni 2026. Meski demikian, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026.

Ekspor tumbuh 8,84 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2026 setelah sebelumnya mengalami kontraksi 5,73 persen. Di sisi lain, impor meningkat 34,27 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 22,16 persen pada bulan sebelumnya.

Dari sisi inflasi, laju kenaikan harga juga semakin terkendali. Inflasi tahunan pada Juli 2026 melambat menjadi 2,88 persen dari 3,34 persen pada Juni 2026. Perlambatan tersebut dipengaruhi deflasi bulanan sebesar 0,14 persen akibat panen raya yang menekan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Analis juga menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Agustus 2026 berpotensi membuat tekanan inflasi semakin mereda dalam beberapa waktu ke depan.

Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mulai dirilis pekan ini. Data tersebut dinilai penting untuk mengukur arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) setelah keputusan suku bunga pekan lalu mendapat respons negatif dari pasar.

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan rencana serangan ke Iran. Pernyataan tersebut memicu harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah sehingga harga minyak mentah turun lebih dari 4 persen hingga mendekati level 80 dolar AS per barel.

Turunnya harga minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun turun sekitar 6 basis poin menjadi 4,688 persen. Sementara itu, harga emas spot naik 0,4 persen ke level 4.055 dolar AS per troy ons, didorong pelemahan dolar AS.

Pergerakan bursa global juga memberikan sentimen positif. Mayoritas indeks saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (3/8). Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,14 persen, DAX Jerman menguat 1,45 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 1,22 persen. Hanya FTSE 100 Inggris yang melemah tipis 0,10 persen.

Wall Street juga ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 1,48 persen ke level 7.600,50, Nasdaq Composite menguat 1,78 persen menjadi 28.776,80, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 1,32 persen ke posisi 53.178,41.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Selasa pagi bergerak bervariasi. Indeks Nikkei Jepang, Shanghai, Hang Seng, dan Kospi berada di zona merah, sedangkan Straits Times Singapura masih mampu mencatatkan penguatan tipis. Kombinasi sentimen domestik yang positif dan perkembangan pasar global diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam perdagangan hari ini.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
ihsg