BRI Genjot Pembiayaan Perumahan, Penyaluran KPP Capai Rp12,17 Triliun Dukung Program 3 Juta Rumah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:57 WIB
BRI memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. (BRI)
BRI memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah. (BRI)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha sektor perumahan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Akad Massal Debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha dalam memperluas penyediaan rumah bagi masyarakat.

Presiden Prabowo menyebut sinergi tersebut merupakan wujud semangat Indonesia Incorporated, yakni kerja sama seluruh elemen bangsa untuk memperkuat pembangunan nasional.

"Inilah yang kita maksud dengan Indonesia Incorporated: yang besar membantu yang kecil, dan yang kecil bekerja keras untuk menjadi produktif. Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih sangat besar," ujar Presiden Prabowo.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, sebagai bagian dari Danantara, BRI terus memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema pembiayaan yang menjangkau masyarakat sekaligus pelaku usaha di sektor perumahan.

Menurutnya, peran BRI tidak hanya sebatas menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Perseroan juga memperkuat ekosistem perumahan melalui pembiayaan kepada pengembang lewat Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sektor perumahan dari sisi penyediaan maupun permintaan sehingga percepatan pembangunan rumah layak huni dapat terus berlangsung.

"Sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang menjangkau masyarakat maupun pelaku usaha," kata Hery.

Ia menambahkan, sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional karena mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga penciptaan lapangan kerja. Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan guna memperkuat ekosistem perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

Menurut Maruarar, sepanjang 2025 penyaluran rumah subsidi mencapai 278.000 unit atau melampaui capaian tahun 2023 yang tercatat sebanyak 228.000 unit.

Pada pelaksanaan akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62.000 peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP secara nasional.

BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp308 miliar kepada 227 debitur dan pembiayaan sisi demand sebesar Rp572 miliar kepada 6.873 debitur.

Komitmen BRI terhadap Program 3 Juta Rumah juga tercermin dari realisasi penyaluran KPP. Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP senilai Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau setara 91,18 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Selain pembiayaan sektor perumahan, BRI juga terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.539 triliun kepada 45,4 juta penerima.

Adapun selama Januari hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp103,81 triliun yang telah dimanfaatkan oleh 2.009.310 penerima.

Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, BP Tapera, pemerintah daerah, bank penyalur FLPP, serta para pengembang perumahan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Perumahan bri flpp bbri