RADARBANYUWANGI.ID - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria memastikan beban keuangan yang masih ditanggung PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Wijaya Karya (WIKA) terkait proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan diselesaikan secara bertahap. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan badan usaha milik negara (BUMN) yang kini dijalankan Danantara.
Dony menjelaskan persoalan tersebut bukan muncul setelah pembentukan Danantara, melainkan merupakan permasalahan lama yang kini harus diselesaikan secara bertahap. Menurutnya, besarnya skala persoalan di lingkungan BUMN membuat penyelesaian tidak dapat dilakukan sekaligus.
Ia mengatakan Danantara saat ini tengah fokus membereskan berbagai persoalan yang telah menjadi beban sejumlah perusahaan pelat merah. Namun, keterbatasan waktu dan sumber daya membuat proses penyelesaian dilakukan secara bertahap.
"Problem-problem ini sudah ada sebelumnya dengan dimensi yang luar biasa besarnya. Tentu energinya juga terbatas, satu-satu harus dibereskan," ujar Dony, Jumat (31/7/2026), dikutip Antara.
Menurut Dony, persoalan yang ditangani Danantara tidak hanya menyangkut KAI dan WIKA. Sejumlah BUMN lain juga masih menghadapi tantangan yang harus segera dibenahi sebagai bagian dari proses penyehatan perusahaan.
Ia mencontohkan masih adanya persoalan di PT Pos Indonesia maupun Adhi Properti yang juga menjadi perhatian. Berbagai persoalan tersebut, kata dia, merupakan warisan yang harus diselesaikan secara bertahap agar kondisi BUMN menjadi lebih sehat.
"Masih banyak yang harus dibereskan. Itu peninggalan-peninggalan yang harus diselesaikan pada saat ini," katanya.
Terkait beban keuangan WIKA akibat keterlibatan dalam proyek KCIC, Dony mengakui kondisi tersebut masih memberikan tekanan terhadap perusahaan konstruksi milik negara itu. Kendati demikian, pemerintah memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, penyelesaian dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan tata kelola yang baik agar seluruh persoalan dapat diselesaikan secara tepat.
"Ini menjadi beban buat mereka, tapi pada akhirnya harus kita selesaikan. Tidak mungkin kita diamkan. Kami berupaya menyelesaikan satu per satu agar semuanya menjadi proper dan benar," tegasnya.
Pemerintah berharap proses penataan yang dilakukan Danantara dapat memperkuat kondisi keuangan BUMN sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan lama yang selama ini membebani kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara