Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:54 WIB
BRI mempercepat transformasi BRIvolution Reignite. KUR mencapai Rp103,81 triliun untuk 2 juta UMKM, aset naik menjadi Rp2.250 triliun. (Foto: BRI)
BRI mempercepat transformasi BRIvolution Reignite. KUR mencapai Rp103,81 triliun untuk 2 juta UMKM, aset naik menjadi Rp2.250 triliun. (Foto: BRI)

RADAR BANYUWANGI - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempercepat transformasi melalui program BRIvolution Reignite untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional. Transformasi ini tidak hanya difokuskan pada pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas pembiayaan sektor produktif, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI menegaskan bahwa setiap langkah transformasi diarahkan untuk menciptakan nilai tambah (value creation) bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRIvolution Reignite menjadi kerangka transformasi terintegrasi yang disiapkan untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga posisi BRI sebagai bank yang berpihak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery.

Dua Pilar Utama Transformasi

Program transformasi BRI bertumpu pada dua pilar utama.

Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan agar lebih efisien, stabil, dan didominasi dana murah (CASA), termasuk peningkatan kapabilitas layanan transaction banking.

Sementara itu, pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis inti kredit mikro sekaligus membangun mesin pertumbuhan baru di sektor consumer banking yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dan dinamika industri perbankan.

Implementasi strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan Perseroan.

Aset Tembus Rp2.250 Triliun

Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tercatat mencapai Rp2.250 triliun, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit dan pembiayaan juga tumbuh 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian BRI mencapai Rp15,5 triliun.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.555,1 triliun. Pertumbuhan tersebut turut mendorong penurunan biaya dana (cost of fund) dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

Salurkan KUR ke 2 Juta UMKM

Penguatan fundamental tersebut menjadi modal bagi BRI untuk memperluas fungsi intermediasi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR.

Sementara itu, sektor perdagangan menyusul dengan 647.440 debitur atau sekitar 32,34 persen.

Dominasi sektor produktif tersebut menunjukkan komitmen BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan yang langsung menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukung Program 3 Juta Rumah

Selain memperkuat pembiayaan UMKM, BRI juga menjadi salah satu motor pendukung Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah.

Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI telah mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sekitar 97 persen dari pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.

Sepanjang 2026, realisasi FLPP telah mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Di sisi lain, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 telah mencapai Rp10,7 triliun, atau sekitar 89 persen dari target tahunan sebesar Rp12 triliun.

Pembiayaan tersebut tidak hanya mendukung masyarakat yang membutuhkan hunian, tetapi juga memperkuat sektor properti, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Transformasi Berorientasi Keberlanjutan

Hery menegaskan, transformasi BRIvolution Reignite tidak semata-mata mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan setiap pencapaian memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi bersama Danantara Indonesia, dukungan seluruh insan BRILiaN, serta kepercayaan masyarakat menjadi fondasi penting agar BRI mampu terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menekankan bahwa transformasi badan usaha milik negara harus dibangun dengan perspektif jangka panjang.

Menurut Dony, keberhasilan transformasi tidak hanya diukur dari peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga dari kemampuan membangun kepemimpinan yang kuat dan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujarnya.

Dengan penguatan transformasi bisnis, ekspansi pembiayaan produktif, serta dukungan terhadap program strategis pemerintah, BRI menargetkan mampu terus memperbesar kontribusinya sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
bri KUR BRI umkm BRIVolution Danantara