Pasar Banyuwangi Siap Dibuka, Pedagang Lama Jadi Prioritas Tempati Los Baru

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 08:00 WIB
Kondisi los Pasar Banyuwangi setelah direvitalisasi. Nantinya seluruh operasional pasar akan dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kondisi los Pasar Banyuwangi setelah direvitalisasi. Nantinya seluruh operasional pasar akan dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mulai menata los di Pasar Banyuwangi sebagai tahap akhir sebelum memindahkan pedagang dari pasar sementara di kawasan Gedung Wanita ke bangunan pasar yang baru. Penataan yang dimulai Rabu (29/7) itu sekaligus menjadi langkah awal mewujudkan Pasar Banyuwangi sebagai pasar wisata yang bersih, tertata, dan menjadi etalase produk unggulan daerah.

Tahapan penataan diawali dengan pedagang sektor kemasan. Mereka mulai diarahkan untuk mengetahui lokasi los yang akan ditempati. Setelah itu, penataan akan berlanjut ke pedagang pusat oleh-oleh dan area perdagangan di sisi selatan pasar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno mengatakan proses penempatan pedagang dilakukan secara bertahap agar perpindahan ke pasar baru berjalan lebih tertib.

"Sudah kita awali. Kemarin pedagang yang nanti fokus di kemasan sudah kita tata, sudah tahu mereka posisinya ada di mana," ujarnya.

Selanjutnya, penataan akan menyasar seluruh zona perdagangan, mulai dari zona kering, zona basah, pedagang sayur-mayur, daging, pakaian, hingga sepatu. Proses tersebut dilakukan bersamaan dengan penyusunan regulasi, termasuk Peraturan Bupati (Perbup) dan Surat Keputusan (SK) mengenai penetapan pedagang yang akan menempati los.

Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola pasar. Struktur pengelola tetap mempertahankan Kepala UPT Pasar, namun akan diperkuat dengan tambahan petugas keamanan dan kebersihan.

Menurut Suratno, langkah tersebut penting karena konsep Pasar Banyuwangi telah berubah. Pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata belanja yang mengutamakan kenyamanan pengunjung.

"Pasar itu tidak hanya pasar seperti dulu, tapi menjadi pasar wisata yang harus bersih, harus rapi, dan harus tertata," tegasnya.

Dalam penentuan los, Pemkab memastikan pedagang lama menjadi prioritas utama. Seluruh pedagang yang sebelumnya menempati Pasar Banyuwangi diyakini dapat tertampung di bangunan baru karena jumlah los dinilai mencukupi.

"Prinsipnya akan memprioritaskan pedagang lama. Insya Allah ter-cover dari los yang ada, bahkan mungkin ada sisanya," kata Suratno.

Apabila masih terdapat los yang belum terisi, pemerintah akan mengalokasikannya kepada pedagang yang sebelumnya pernah berjualan di Pasar Banyuwangi tetapi belum memiliki izin resmi, termasuk pedagang yang selama ini berstatus penyewa.

Pemkab juga akan mengevaluasi praktik penyewaan kembali los kepada pihak lain. Los yang sebelumnya dialihkan melalui sistem sewa tidak akan lagi diperpanjang agar pemanfaatannya sesuai dengan tujuan awal.

Menariknya, pedagang juga diberi kesempatan untuk mengubah jenis dagangan. Mereka tidak harus tetap berjualan komoditas lama selama perubahan tersebut disampaikan saat proses penataan sehingga pemerintah dapat menempatkan pedagang pada zona yang sesuai.

"Kalau dia ingin berubah, harus menyatakan diri. Nanti dicarikan solusi tempatnya ada di mana. Jadi tidak serta-merta tetap ditempatkan di zona sayur kalau dagangan terakhir yang ingin dijual bukan sayuran," jelas Suratno.

Sebagai pasar wisata, Pasar Banyuwangi nantinya akan memperkuat identitas lokal dengan menghadirkan lebih banyak produk khas Banyuwangi. Pemerintah akan memberi ruang lebih luas bagi aneka oleh-oleh dengan kemasan menarik dan higienis, serta produk kerajinan tangan dan suvenir berciri khas daerah.

Dengan penataan los, penyusunan regulasi, hingga penguatan SDM yang kini berjalan bersamaan, Pemkab Banyuwangi berharap proses relokasi pedagang dari pasar sementara di sekitar Gedung Wanita ke bangunan baru Pasar Banyuwangi dapat segera direalisasikan.

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama sudah bisa kita geser dari pasar sementara di seputar Gedung Wanita ke Pasar Induk Banyuwangi," pungkas Suratno. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
pasar wisata penataan los pedagang pasar pasar banyuwangi Gedung Wanita