RADAR BANYUWANGI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung pembiayaan sektor perumahan nasional. Hingga Juli 2026, bank pelat merah tersebut berhasil melampaui target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang ditetapkan pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah, dengan realisasi mencapai 77.592 unit atau 167 persen dari target.
Capaian tersebut diungkapkan Direktur Utama BRI Hery Gunardi saat bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Selasa (21/7). Dari sisi nilai pembiayaan, BRI telah menyalurkan Rp10,6 triliun, setara 88,3 persen dari target pemerintah sebesar Rp12 triliun.
Kinerja tersebut semakin memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan kontribusi terbesar dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat.
Penyaluran KUR Perumahan BRI Tembus Rp10,6 Triliun
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan realisasi penyaluran KUR Perumahan hingga Juli 2026 hampir mencapai target tahunan.
"Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah mendekati 89 persen. Karena itu target ke depan juga akan ditingkatkan," ujar Hery.
Selain mencatat pertumbuhan dari sisi nominal pembiayaan, jumlah unit rumah yang dibiayai BRI juga jauh melampaui target yang diberikan pemerintah.
Dari target 46.230 unit, BRI telah merealisasikan pembiayaan untuk 77.592 unit rumah, atau sekitar 167 persen dari target yang ditetapkan.
FLPP Juga Terus Digenjot
Tak hanya melalui KUR Perumahan, BRI juga mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Hingga 20 Juli 2026, realisasi pembiayaan FLPP yang disalurkan BRI telah mencapai 19.075 unit.
Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam mendukung berbagai skema pembiayaan rumah bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar: BRI Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap capaian BRI yang dinilai menjadi bank dengan performa terbaik dalam penyaluran KUR Perumahan.
Menurut Maruarar, pembahasan mengenai percepatan KUR Perumahan bahkan telah dilakukan bersama Presiden dalam dua kesempatan berbeda dalam sepekan terakhir.
"Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Yang pertama di Hambalang minggu lalu, yang kedua kemarin juga dilaporkan dalam taklimat oleh Menko soal KUR. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja Bank BRI," kata Maruarar.
BRI Kuasai Lebih dari Separuh Target KUR Perumahan Nasional
Data pemerintah menunjukkan BRI memegang porsi terbesar dalam penyaluran KUR Perumahan nasional.
Dari target nasional sebanyak 88.535 unit dengan plafon pembiayaan Rp50 triliun, BRI memperoleh mandat menyalurkan pembiayaan kepada 46.230 unit atau sekitar 52,2 persen dari total target nasional.
Sementara dari sisi plafon pembiayaan, target BRI mencapai sekitar 24 persen dari keseluruhan plafon nasional.
Peran strategis tersebut menjadikan BRI sebagai motor utama dalam mendukung percepatan pembiayaan rumah bersubsidi di Indonesia.
Dapat Mandat Biayai 148.535 Unit Rumah
Kontribusi BRI tidak hanya terbatas pada KUR Perumahan.
Dalam keseluruhan Program 3 Juta Rumah, BRI mendapat mandat pembiayaan sebanyak 148.535 unit dari total target nasional 430.535 unit atau sekitar 34,5 persen.
Besarnya porsi tersebut memperlihatkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan BRI dalam memperluas akses pembiayaan sektor perumahan.
Bunga Hanya 6 Persen, Minat Masyarakat Terus Meningkat
Hery Gunardi optimistis target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target.
Menurutnya, salah satu faktor utama tingginya permintaan berasal dari bunga kredit yang relatif rendah karena merupakan program subsidi pemerintah.
"KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan. Karena itu cicilannya masih sangat terjangkau. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun," jelas Hery.
Dengan bunga yang kompetitif dan cicilan yang ringan, KUR Perumahan dinilai mampu menjadi solusi pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama.
Perkuat Program 3 Juta Rumah
Keberhasilan BRI melampaui target penyaluran KUR Perumahan menjadi sinyal positif bagi percepatan Program 3 Juta Rumah.
Di tengah tingginya kebutuhan hunian nasional, peran perbankan dalam menyediakan pembiayaan yang mudah diakses menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepemilikan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan ekonomi nasional.
Komitmen BRI memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (*)
Editor : Ali Sodiqin