Harga Sembako Jabar 24 Juli: Bawang Merah Anjlok 14 Persen, Cabai Ikut Turun

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:11 WIB
MEROKET : Penjual sayur di Pasar Banyuwangi tengah menunggu pembeli kemarin (20/12). Harga sembako dan sejumlah komoditas lainnya naik menjelang Nataru.  (Ayu Lestari/RadarBanyuwangi.id)
ILUSTRASI: Harga sembako Jawa Barat 24 Juli 2026 bergerak fluktuatif. Bawang merah turun 14,37 persen, cabai melandai, tetapi daging sapi dan kentang naik. (Dok RadarBanyuwangi.id)

RADAR BANYUWANGI – Kabar baik datang dari pasar tradisional Jawa Barat. Harga sejumlah bahan pangan pokok pada Jumat, 24 Juli 2026, terpantau melandai cukup signifikan. Bawang merah menjadi komoditas dengan penurunan paling tajam, yakni Rp6.050 per kilogram atau 14,37 persen.

Tak hanya bawang merah. Harga cabai merah besar anjlok Rp6.500 menjadi Rp44.300 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun Rp4.900 menjadi Rp36.750 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada beras, daging ayam, minyak goreng, hingga telur ayam. Namun, tidak semua komoditas bergerak turun. Harga daging sapi, bawang bombay, kentang, dan wortel justru mengalami kenaikan.

Pergerakan harga tersebut berdasarkan pantauan dan survei berkala terhadap harga eceran rata-rata sejumlah kebutuhan pangan pokok di pasar tradisional wilayah Jawa Barat per 24 Juli 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika pasokan dan permintaan masih menjadi faktor penting yang menentukan harga pangan di tingkat pedagang dan konsumen.

Bawang Merah Jadi Komoditas Paling Murah

Bawang merah menjadi sorotan utama dalam pergerakan harga sembako Jawa Barat kali ini.

Harganya turun Rp6.050 atau 14,37 persen, dari harga sebelumnya, menjadi Rp36.050 per kilogram.

Penurunan tersebut disebut terjadi seiring melimpahnya pasokan dari sentra produksi setelah memasuki periode panen raya. Kelancaran distribusi dari wilayah produsen juga turut mendorong penyesuaian harga di pasar.

Bagi konsumen, penurunan harga bawang merah menjadi kabar positif karena komoditas tersebut merupakan salah satu bahan utama kebutuhan dapur sehari-hari.

Namun, perkembangan harga tetap perlu dipantau karena komoditas hortikultura sangat dipengaruhi kondisi produksi dan kelancaran distribusi.

Cabai Merah Besar Turun Rp6.500

Pergerakan harga cukup mencolok juga terjadi pada kelompok cabai.

Cabai merah besar mengalami penurunan paling besar secara nominal setelah bawang merah. Harganya turun Rp6.500 atau 12,8 persen menjadi Rp44.300 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting turun Rp4.900 atau 11,76 persen menjadi Rp36.750 per kilogram.

Harga cabai rawit merah juga ikut melandai. Komoditas yang kerap menjadi perhatian konsumen ini turun Rp2.050 atau 4,1 persen, sehingga berada di angka Rp48.000 per kilogram.

Meski mengalami penurunan, cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas dengan harga relatif tinggi dibandingkan jenis cabai lainnya.

Penyesuaian harga cabai tersebut dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, distribusi dari sentra produksi, hingga perubahan permintaan konsumen.

Harga Beras Ikut Turun

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas pangan pokok utama, yakni beras.

Beras premium tercatat turun Rp800 atau 4,65 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.

Sementara beras medium turun Rp400 atau 2,58 persen menjadi Rp15.100 per kilogram.

Penurunan harga beras menjadi perkembangan yang cukup penting bagi masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok yang memiliki porsi besar dalam pengeluaran rumah tangga.

Dengan harga beras yang lebih rendah, konsumen berpotensi mendapatkan sedikit ruang dalam mengatur anggaran belanja harian.

Daging Ayam Turun, Daging Sapi Justru Naik

Pergerakan berbeda terjadi pada komoditas daging.

Harga daging ayam turun cukup signifikan sebesar Rp2.350 atau 6,28 persen, menjadi Rp35.050 per kilogram.

Sebaliknya, harga daging sapi justru naik Rp2.450 atau 1,58 persen, sehingga mencapai Rp157.100 per kilogram.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masing-masing komoditas memiliki dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda.

Konsumen yang berencana membeli kebutuhan protein hewani perlu memperhatikan perubahan harga tersebut untuk menyesuaikan anggaran belanja.

Bawang Bombay dan Kentang Naik

Di tengah tren penurunan harga sebagian besar komoditas, beberapa bahan pangan justru bergerak naik.

Harga bawang bombay naik Rp600 atau 1,61 persen menjadi Rp37.900 per kilogram.

Kemudian, kentang naik Rp500 atau 2,72 persen menjadi Rp18.900 per kilogram.

Harga wortel juga mengalami kenaikan tipis Rp100 atau 0,73 persen menjadi Rp13.800 per kilogram.

Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut antara lain dapat dipengaruhi siklus pengiriman serta perubahan permintaan konsumen di tingkat pasar.

Daftar Harga Sembako Jawa Barat 24 Juli 2026

Berikut rincian harga rata-rata kebutuhan pangan pokok eceran di pasar tradisional wilayah Jawa Barat:

Komoditas Satuan Harga 24 Juli 2026 Perubahan
Beras Premium Kg Rp16.400 Turun Rp800
Beras Medium Kg Rp15.100 Turun Rp400
Cabai Rawit Merah Kg Rp48.000 Turun Rp2.050
Cabai Merah Keriting Kg Rp36.750 Turun Rp4.900
Cabai Merah Besar Kg Rp44.300 Turun Rp6.500
Bawang Merah Kg Rp36.050 Turun Rp6.050
Bawang Putih Kg Rp39.900 Turun Rp500
Bawang Bombay Kg Rp37.900 Naik Rp600
Daging Ayam Kg Rp35.050 Turun Rp2.350
Daging Sapi Kg Rp157.100 Naik Rp2.450
Telur Ayam Kg Rp26.850 Turun Rp300
Minyak Goreng Curah Kg Rp20.900 Turun Rp550
Minyak Goreng Kemasan Liter Rp22.900 Turun Rp650
Gula Pasir Kg Rp18.150 Turun Rp150
Tepung Terigu Kg Rp12.700 Turun Rp100
Kentang Kg Rp18.900 Naik Rp500
Tomat Kg Rp14.600 Turun Rp300
Wortel Kg Rp13.800 Naik Rp100

Mayoritas Komoditas Mengalami Penurunan

Jika melihat keseluruhan data, mayoritas komoditas yang dipantau mengalami penurunan harga.

Selain beras dan cabai, penurunan juga terjadi pada bawang putih, daging ayam, telur ayam, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, gula pasir, tepung terigu, dan tomat.

Harga bawang putih turun Rp500 atau 1,24 persen menjadi Rp39.900 per kilogram.

Sementara telur ayam turun Rp300 atau 1,1 persen menjadi Rp26.850 per kilogram.

Harga minyak goreng curah turun Rp550 atau 2,56 persen menjadi Rp20.900 per kilogram. Adapun minyak goreng kemasan turun Rp650 atau 2,76 persen menjadi Rp22.900 per liter.

Gula pasir turun Rp150 atau 0,82 persen menjadi Rp18.150 per kilogram, sedangkan tepung terigu turun Rp100 atau 0,78 persen menjadi Rp12.700 per kilogram.

Tomat juga melandai Rp300 atau 2,01 persen menjadi Rp14.600 per kilogram.

Pasokan dan Distribusi Jadi Penentu

Perubahan harga pangan di pasar tradisional tidak terlepas dari kondisi rantai pasok.

Biaya transportasi dan angkutan barang, kondisi iklim di wilayah sentra pertanian, serta pola konsumsi masyarakat menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga dari tingkat produsen hingga konsumen.

Ketika pasokan dari daerah produsen melimpah dan distribusi berjalan lancar, harga komoditas cenderung mengalami penyesuaian ke bawah.

Sebaliknya, gangguan produksi atau distribusi dapat membuat harga bergerak naik ketika kebutuhan konsumen tetap tinggi.

Karena itu, kelancaran rantai pasok antarwilayah menjadi salah satu kunci untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan mencegah lonjakan harga yang terlalu ekstrem.

Tips Belanja Hemat di Tengah Harga yang Fluktuatif

Pergerakan harga yang berbeda-beda membuat konsumen perlu lebih cermat ketika berbelanja.

Salah satu cara sederhana adalah membandingkan harga di beberapa kios atau pedagang sebelum membeli. Perbedaan harga antarpedagang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih ekonomis.

Masyarakat juga dapat menyusun daftar belanja mingguan berdasarkan kebutuhan prioritas.

Ketika harga suatu komoditas sedang tinggi, konsumen dapat menggantinya dengan bahan pangan alternatif yang memiliki nilai gizi sebanding.

Strategi tersebut dapat membantu mengendalikan pengeluaran rumah tangga tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi keluarga.

Pada akhirnya, pantauan harga sembako Jawa Barat per 24 Juli 2026 menunjukkan tren penurunan pada sejumlah komoditas strategis. Bawang merah dan cabai menjadi dua kelompok komoditas yang mengalami penurunan cukup signifikan.

Namun, harga pangan tetap dinamis. Perubahan pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan pola konsumsi masyarakat dapat kembali mengubah harga dalam waktu singkat.

Bagi konsumen, memantau perkembangan harga dan menyesuaikan pola belanja menjadi langkah penting agar kebutuhan pangan keluarga tetap terpenuhi tanpa membebani anggaran. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Harga sembako Jabar harga beras harga cabai harga bawang pasar tradisional