Harga Sembako Jateng 24 Juli: Cabai Rawit Naik, Tepung Terigu Malah Turun

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:09 WIB
Harga sembako hari ini di Jawa Timur.
ILUSTRASI: Harga sembako hari ini di Jawa Tengah.

RADAR BANYUWANGI – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Jawa Tengah bergerak dinamis pada Jumat, 24 Juli 2026. Cabai rawit merah naik Rp400 per kilogram, sementara tepung terigu turun Rp200, di tengah harga beras yang masih bertahan dan sejumlah komoditas lain mengalami penyesuaian.

Pergerakan tersebut menjadi gambaran terbaru dinamika harga pangan eceran di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan dan survei berkala di lapangan, perubahan harga terjadi pada komoditas strategis seperti cabai, bawang, daging, serta sejumlah bahan pangan lainnya.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, sebagian besar kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi stabil. Harga beras premium dan medium, misalnya, belum mengalami perubahan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena harga pangan di pasar tradisional berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat sekaligus kestabilan inflasi pangan di daerah.

Harga Cabai Bergerak Berlawanan

Komoditas cabai menjadi salah satu bahan pangan yang mengalami pergerakan cukup mencolok.

Harga cabai rawit merah tercatat naik Rp400 atau sekitar 1,11 persen menjadi Rp36.400 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang bergerak naik Rp100 atau 0,29 persen menjadi Rp34.800 per kilogram.

Namun, tren berbeda terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas tersebut justru turun Rp350 atau 1,11 persen sehingga berada di kisaran Rp31.250 per kilogram.

Perbedaan arah pergerakan harga cabai tersebut menunjukkan bahwa pasokan dan permintaan masing-masing komoditas dapat memengaruhi harga eceran di pasar.

Siklus distribusi dan perubahan permintaan harian menjadi sejumlah faktor yang turut memengaruhi harga di tingkat pedagang.

Bawang Mulai Melandai

Selain cabai, sejumlah komoditas bawang juga mencatat penurunan harga.

Bawang merah turun Rp250 atau 0,71 persen menjadi Rp35.100 per kilogram.

Sementara itu, bawang putih turun tipis Rp50 atau 0,13 persen menjadi Rp39.100 per kilogram.

Penurunan paling besar secara persentase terjadi pada bawang bombay, yang turun Rp400 atau 1,15 persen menjadi Rp34.500 per kilogram.

Melancarnya arus pasokan dari wilayah sentra produksi atau daerah hinterland menuju pasar di Jawa Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyesuaian harga di tingkat konsumen.

Harga Beras Masih Stabil

Di tengah fluktuasi sejumlah komoditas, harga beras terpantau masih kokoh.

Beras premium berada di kisaran Rp17.400 per kilogram, sedangkan beras medium bertahan pada harga Rp15.850 per kilogram.

Keduanya tercatat tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya.

Stabilnya harga beras menjadi salah satu indikator penting karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat.

Selain beras, beberapa bahan pangan lainnya juga belum mengalami pergerakan harga.

Komoditas tersebut meliputi daging sapi, telur ayam, minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, gula pasir, dan wortel.

Daftar Harga Sembako Jawa Tengah 24 Juli 2026

Berikut rincian harga rata-rata sejumlah kebutuhan pokok eceran yang terpantau di pasar tradisional wilayah Jawa Tengah:

Komoditas Satuan Harga Perubahan
Beras Premium Kg Rp17.400 Tetap
Beras Medium Kg Rp15.850 Tetap
Cabai Rawit Merah Kg Rp36.400 Naik Rp400
Cabai Merah Keriting Kg Rp31.250 Turun Rp350
Cabai Merah Besar Kg Rp34.800 Naik Rp100
Bawang Merah Kg Rp35.100 Turun Rp250
Bawang Putih Kg Rp39.100 Turun Rp50
Bawang Bombay Kg Rp34.500 Turun Rp400
Daging Ayam Kg Rp35.200 Naik Rp50
Daging Sapi Kg Rp149.200 Tetap
Telur Ayam Kg Rp25.600 Tetap
Minyak Goreng Curah Kg Rp19.950 Tetap
Minyak Goreng Kemasan Liter Rp22.800 Tetap
Gula Pasir Kg Rp17.500 Tetap
Tepung Terigu Kg Rp12.000 Turun Rp200
Kentang Kg Rp17.400 Naik Rp100
Tomat Kg Rp13.600 Turun Rp100
Wortel Kg Rp12.800 Tetap

Daging Ayam dan Kentang Ikut Naik

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai.

Daging ayam tercatat naik Rp50 atau sekitar 0,14 persen menjadi Rp35.200 per kilogram.

Sementara kentang mengalami kenaikan Rp100 atau 0,58 persen menjadi Rp17.400 per kilogram.

Perubahan tersebut relatif tipis dibandingkan komoditas lain. Namun, bagi konsumen yang berbelanja berbagai kebutuhan sekaligus, akumulasi kenaikan harga tetap dapat memengaruhi total pengeluaran harian.

Di sisi lain, tomat mengalami penurunan Rp100 atau 0,73 persen menjadi Rp13.600 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada tepung terigu, yang kini berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, atau turun Rp200 dari pemantauan sebelumnya.

Tiga Faktor yang Memengaruhi Harga Pangan

Pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional tidak berdiri sendiri.

Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi harga komoditas dari tingkat produsen hingga sampai ke tangan konsumen.

Tiga variabel yang kerap menjadi pemicu dinamika harga pangan antara lain biaya transportasi dan angkutan barang, kondisi iklim di wilayah sentra pertanian, serta pola konsumsi masyarakat.

Perubahan biaya distribusi, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM), dapat meningkatkan ongkos pengiriman komoditas.

Sementara itu, kondisi cuaca dan iklim di daerah produksi dapat memengaruhi hasil panen serta ketersediaan pasokan.

Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, harga berpotensi mengalami kenaikan.

Sebaliknya, melimpahnya hasil panen dengan masa simpan yang relatif pendek dapat membuat pedagang menyesuaikan harga agar stok lebih cepat terserap pasar.

Karena itu, kelancaran rantai pasok antarwilayah menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga harga pangan tetap terkendali.

Tips Belanja Hemat Saat Harga Berfluktuasi

Di tengah pergerakan harga kebutuhan pokok, masyarakat dapat menerapkan sejumlah strategi agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Salah satunya adalah membandingkan harga di beberapa kios sebelum membeli. Perbedaan harga antarpenjual bisa menjadi peluang untuk mendapatkan komoditas dengan harga lebih ekonomis.

Masyarakat juga dapat menyusun daftar belanja mingguan berdasarkan kebutuhan prioritas.

Untuk komoditas tertentu, pembelian dalam jumlah yang lebih besar juga dapat dilakukan apabila harga lebih menguntungkan dan produk memiliki masa simpan yang cukup panjang.

Strategi lain adalah melakukan diversifikasi bahan makanan. Ketika harga satu komoditas meningkat, konsumen dapat memilih bahan pangan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi keluarga.

Dengan demikian, perubahan harga harian tidak selalu harus berujung pada membengkaknya pengeluaran rumah tangga.

Pada akhirnya, pantauan harga sembako Jawa Tengah pada 24 Juli 2026 menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dinamis. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan, sementara sejumlah bawang dan tepung terigu justru mengalami penurunan.

Di tengah kondisi tersebut, stabilnya harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya menjadi penyangga penting bagi daya beli masyarakat.

Namun, perkembangan harga tetap perlu dipantau secara berkala karena faktor distribusi, pasokan, cuaca, dan permintaan dapat sewaktu-waktu mengubah harga komoditas di pasar tradisional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Harga sembako Jateng harga beras harga cabai harga pangan pasar tradisional