Dukung UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Unjuk Gigi di Malang City Expo 2026

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 13:47 WIB
Pertamina membawa dua UMKM binaan asal Malang ke Malang City Expo 2026 untuk memperluas akses pasar, jejaring bisnis, dan mendorong usaha naik kelas. (Istimewa)
Pertamina membawa dua UMKM binaan asal Malang ke Malang City Expo 2026 untuk memperluas akses pasar, jejaring bisnis, dan mendorong usaha naik kelas. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Bukan sekadar memajang produk di etalase pameran. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kehadiran di ajang berskala besar bisa menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas, bertemu calon mitra bisnis, sekaligus membuka peluang usaha baru.

Peluang itulah yang coba dimanfaatkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dengan membawa dua mitra binaan asal Kota Malang ke Malang City Expo 2026.

Keduanya yakni Fairuziba Bolen Malang dan Hataraya Food. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO 2026, yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem ekonomi kreatif.

Pameran tersebut tidak hanya menghadirkan produk UMKM. Agenda yang digelar juga memadukan business matching, workshop, dan pagelaran budaya.

Bagi Pertamina, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperluas akses pasar mitra binaan sekaligus mendorong UMKM lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perluasan akses pasar menjadi salah satu kunci penting dalam pemberdayaan UMKM.

"Keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga keterbukaan akses promosi dan pasar. Kami terus membawa mitra binaan ke berbagai pameran strategis agar mereka bisa memperluas jejaring bisnis dan tumbuh berkelanjutan," ujar Ahad.

UMKM Tak Cukup Hanya Bisa Produksi

Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas.

Kemampuan memperkenalkan produk, membangun jaringan, membaca peluang pasar, hingga menjalin kemitraan menjadi faktor yang turut menentukan keberlanjutan usaha.

Karena itu, keikutsertaan dalam pameran seperti Malang City Expo 2026 menjadi kesempatan strategis bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan calon konsumen maupun mitra bisnis.

Melalui program pembinaan berkelanjutan, Pertamina berupaya memberikan ruang kepada mitra binaan untuk mengembangkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jejaring.

Dua UMKM binaan yang dibawa dalam ajang tersebut menjadi contoh bagaimana pelaku usaha lokal dapat memperoleh akses promosi melalui kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.

Pemerintah Dorong UMKM Perluas Akses Pasar

Kolaborasi dalam Malang City Expo 2026 juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Fiter Beresman Simanjorang menilai festival berskala UNESCO tersebut dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

"Kami ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan daya saing mereka," ungkap Fiter.

Menurutnya, penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha bertemu dengan pasar dan mitra potensial.

Dengan akses yang semakin luas, UMKM diharapkan mampu meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Malang City Expo Jadi Etalase Produk Lokal

Dukungan terhadap UMKM juga datang dari Pemerintah Kota Malang.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan Malang City Expo tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk.

Ajang tersebut juga berfungsi sebagai etalase produk lokal sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.

Dengan mempertemukan pelaku usaha dan berbagai pihak dalam satu kegiatan, UMKM mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan produk secara lebih luas sekaligus membuka peluang kolaborasi baru.

Bagi pelaku usaha, kesempatan seperti ini penting untuk menguji respons pasar dan mendapatkan masukan secara langsung.

Fairuziba Bolen Malang Optimistis Naik Kelas

Manfaat langsung dari keikutsertaan dalam pameran dirasakan Ismi, pemilik usaha Fairuziba Bolen Malang.

Ia mengaku optimistis dukungan Pertamina melalui program pembinaan dapat membantu produknya semakin dikenal masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi peluang emas bagi kami untuk memperkenalkan produk ke masyarakat luas, bertemu calon mitra bisnis, dan mendapat masukan berharga untuk pengembangan usaha ke depan," kata Ismi.

Bagi Ismi, pameran bukan sekadar kesempatan untuk menjual produk.

Lebih dari itu, pertemuan dengan calon mitra dan konsumen memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus mendapatkan inspirasi pengembangan usaha.

Interaksi langsung tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Fairuziba Bolen Malang untuk memperkuat posisi bisnis dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Pertamina Dorong UMKM Tumbuh Mandiri

Keterlibatan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dalam Malang City Expo 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Program kemitraan yang dilakukan tidak berhenti pada dukungan promosi. Pendekatan pembinaan diarahkan agar pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri, memperkuat jaringan, dan meningkatkan daya saing.

Bagi UMKM, akses pasar menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan menuju skala usaha yang lebih tinggi.

Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi penting untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan produk lokal bertemu dengan pasar yang lebih luas.

Melalui partisipasi dalam berbagai pameran strategis, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus berharap semakin banyak mitra binaan yang mampu naik kelas, mandiri, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan UMKM bukan hanya diukur dari seberapa banyak produk yang mampu diproduksi, tetapi juga dari seberapa jauh produk tersebut mampu menjangkau pasar dan bertahan menghadapi persaingan.

Dari Malang, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif sekaligus mendorong produk UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin luas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
UMKM Malang Festival UMKM Pertamina UMKM Malang City Expo UMKM Naik Kelas